Month: March 2011

Fiksi

HARI YANG BERBEDA

Tak seperti biasanya, pagi ini ada sedikit yang berbeda dengan senyumku. Menatap seraut wajah yang berdiri kaku dihadapanku. Wajah itu tersenyum sinis padaku. Aku berusaha untuk tetap tersenyum manis seperti biasanya, tetapi tetap saja sosok itu mencibir dalam senyum. Tak...
Fiksi

CAHAYA SEMESTA

Lilin di genggamanku meleleh dalam pasrah. Radiasi sinarnya tak lagi menghangatkan sekujur tubuh yang menggigil dalam beku. Bahkan retina mataku tak merasa silau dengan rangsang optik yang masuk. Bayangan titik cahaya itu menembus jauh di belakang titik tangkap. Kegelapan lorong...
Fiksi

Jangan Tanya Semesta

Dalam diam hari terus berbilang Tanpa rasa bosan bumi terus berotasi Membuat matahari senantiasa menari menghias hari Terbit dari ufuk timur dan tenggelam kala senja di ufuk barat Entah kapan kebosanan itu kan menyergap bumi Dan menghentikan perputaran bumi pada...
Inspirasi

Desah Pagi

Hari ini, kurang lebih tiga belas ribu senja yang lalu, aku terlahir dari rahim seorang perempuan hebat. Satu-satunya perempuan yang sanggup membuatku meneteskan air mata. Air mata karena sampai saat ini aku belum bisa membuat beliau bangga pernah melahirkan aku.
Fiksi

CAHAYA TAK BERCAHAYA

Senja hari yang temaram membiaskan seraut wajah sendu pada sebuah kubangan air yang keruh berlumpur di pinggir taman itu. Seraut wajah yang terlihat pucat dengan bibir yang membiru. Sesekali wajah diatas kubangan yang polos tanpa make up mencoba tersenyum, namun...
Fiksi

KEBAHAGIAAN DALAM SENYUMAN

Sepasang penari berbinar di sebuah ruang penuh warna. Gerakan keduanya tawarkan keindahan bagi bulatan-bulatan visual yang memandangnya. Sudah beberapa periode tarian itu masih sama. Gerakannya tak beda seperti saat pertama mereka melantai. Tak ada kebosanan di wajah mereka berdua. Alunan...
Inspirasi

#desahduet with @MariskaLbs

Malam berlalu seperti yang sudah-sudah Selalu mendesah dalam gundah Gundah akan desah yang lirih Tak terdengar oleh yang terpilih Bukan lagi desah dalam diam Desah dalam teriakan luka mendalam Asa membuncah untuk sebuah kepastian Kepastian dalam sebuah ketidaksia-sian
Fiksi

SUPERMOON UNTUK SUPERMOM

Seraut wajah terduduk lemah di sebuah kursi goyang yang telah usang. Di beranda sebuah rumah kayu kecil, di tepi sebuah telaga sunyi. Di tepi telaga itu, delapan belas tahun yang lalu, dia menyaksikan suatu keajaiban alam bersama belahan jiwanya. Mereka...