#AprilChallengeLagerunal – Dengar, Duplikasi, Dekorasi

Dengar

Mengapa harus mendengar? Mendengarkan apa? Mendengar bagi penulis adalah hal yang juga penting. Dengan mendengar seorang penulis akan mudah menemukan ide tulisan. Proses mendengar sendiri akan melatih otak untuk mencerna setiap informasi yang masuk. Sebagai keterampilan berbahasa tingkat pertama, mendengar menjadi sangat penting sebagai modal untuk menuju tingkat selanjutnya, yaitu menulis.

Keterampilan mendengar kita asah dengan menjadi pendengar yang baik. Mendengar dengan baik akan menghindarkan dari kesalahan pemahaman. Banyak hal bisa menjadi sumber mendengar. Berita di radio, suara anak-anak yang sedang bermain, curahan hati teman-teman, dan lain-lain. Sekadar mendengar suara angin pun bisa menjadi sumber ide tulisan. Bahkan tidak kalah serunya adalah mendengar suara hati sendiri. Aktivitas ini akan melahirkan banyak sekali ide tulisan. Tidak percaya? Coba saja mendengarkan suara hati. Jangan salahkan orang lain ketika akhirnya menemukan ide tulisan tentang kegalauan, kesedihan, kebahagiaan, dan banyak lagi lainnya.

Duplikasi

Proses ini merupakan pilihan selanjutnya dari mendengar. Dari hasil mendengar cerita atau berita atau apa saja, menduplikasinya merupakan upaya mewujudkan ide dalam bentuk tulisan. Duplikasikan ke dalam bentuk tulisan apa yang sekiranya paling menarik untuk dituliskan. Pada tahap pertama menulis, menduplikasi hasil mendengar suara hati merupakan langkah yang cukup mudah. Pada tingkatan selanjutnya adalah menduplikasi dari hasil mendengar dari lingkungan. Bisa saja pembicara dalam seminar atau percakapan sehari-hari dengan pasangan. Tidak terkecuali duplikasi dari perbincangan hangat dengan buah hati. Setelah menduplikasi dalam bentuk catatan, akan mudah untuk mengembangkan menjadi tulisan utuh.

Dekorasi

Mendekorasi artinya menjadikan sesuatu menjadi lebih cantik. Hal ini juga berlaku pada tulisan yang kita hasilkan. Upaya ini membutuhkan keahlian dari kebiasaan latihan. Tidak membutuhkan bakat untuk mendekorasi tulisan. Semua tergantung pada kemauan dan keahlian. Sebagai penulis harus mengasah hal ini. Dari daya cipta akan menjelma cita rasa yang enak untuk dinikmati.

Lantas apa yang harus didekorasi oleh seorang penulis? Penulis memiliki banyak pilihan untuk mendekorasi hasil karyanya. Memilih model dari tulisan teman yang sudah ada? Boleh. Mengikuti gaya penulisan orang lain? Silakan saja. Namun, perlu diingat itu hanyalah tahap awal saja. Seiring waktu seorang penulis akan menemukan gaya kepenulisan sendiri.

Mendekorasi juga pada penggunaan tata bahasa. Tujuannya untuk meningkatkan kenyamanan pembaca saat melahap tulisan. Selian itu, penulis juga harus bisa mendekorasi tulisan sesuai aturan penulisan dan ejaan. Tidak terkecuali pemilihan kosa kata (diksi). Diksi tidak harus yang njelimet agar terkesan ‘wah’. Cukup memilih kata yang dikuasai secara beragam saja sudah akan memberikan warna keindahan pada tulisan.

Mendekorasi tulisan bukan sekadar tampilan. Namun, juga pada isi. Kebiasaan menulis akan mengasah cara mendekorasi tulisan sehingga terlihat berisi meskipun tema yang diangkat dekat dengan keseharian.

Satu hal yang penulis tidak boleh lupa adalah mendekorasi hati agar tidak ada dengki kepada penulis lain yang berprestasi. Sebisa mungkin menghapus dengki dengan cara meyakinkan diri bahwa kita juga bisa berprestasi.

Semangat mengukir prestasi!

Salam Bloger Pembelajar

Sudomo

Leave a Reply

Your email address will not be published.