Catatan Kebahagiaan: Setangkai Serangkai

Bulan Maret baru saja meronakan pesonanya. Banyak asa tersusun rapi di setiap lembarnya. Gegap gempita merayakan kehadirannya. Hiruk pikuk menyambut kedatangannya. Semua terangkum dalam satu kata, bahagia.

Tentang bahagia banyak hal yang menjadi alasan lahirnya. Tidak terkecuali cerita-cerita seru di baliknya. Tidak semuanya sama. Sebab bagaimanapun juga, banyak cara merayakan bahagia. Selain itu, beragam jalan setiap manusia memaknainya.

Setiap kita memiliki makna bahagia yang berbeda. Tidak akan mungkin bisa diwajibkan sama. Semua bisa bahagia dengan cara berbeda. Bahagia bagi diri belum tentu bagi yang lainnya. Demikian pula sebaliknya. Apa pun dan bagaimanapun itu juga bahagia adalah hak bagi semua.

Tidak saja dirimu, tetapi juga aku. Aku berhak bahagia dengan caraku. Bagaimana merayakannya, jangan pernah samakan dengan dirimu. Memang seperti itu. Yang terpenting tidak lupa bersyukur kepada pemilik hidupku dan pengatur langkahmu.

Bersyukur tidak memerlukan alasan. Sebab sejatinya hidup dan bersyukur adalah satu kesatuan. Ada syukur untuk kehidupan dan ada kehidupan dalam syukur yang dipanjatkan.

Tidak terkecuali aku di hari pertama yang lalu. Banyak hal ajaib memenuhi sendi kehidupanku. Semuanya terangkai menjadi satu yang mengharu biru. Betapa tidak, secara bersamaan, banyak cerita kebahagiaan menghampiriku.

Berawal dari hadirnya buku yang kelahirannya telah lama kutunggu. Berlanjut pada selembar penghargaan keikutsertaan kegiatan yang telah lama berlalu. Kemudian ditambah kata ‘selamat’ dari Google AdSense di kotak masuk surelku. Tidak lupa kabar bahagia tentang proyek sebulan untuk berbagi pengetahuan di linimasaku.

Catatan Kebahagiaan Awal Bulan

Semua terangkai dalam tangkai-tangkai harapan. Akan terus tumbuh seiring waktu berjalan. Pada akhirnya, akan selalu ada buah dari ketekunan.

Aku percaya tentang itu. Bagaimana dengan dirimu?

Leave a Reply

Your email address will not be published.