Faktor X Calon Guru Penggerak

Apa itu Faktor X?

Dalam hidup kita seringkali mendengar kata ‘faktor x’. Sebagian orang menganggapnya sebagai ‘keberuntungan’. Sebagian lagi mengartikannya sebagai faktor tertentu sebagai penentu yang tak kasatmata. Ada yang memaknai sebagai faktor dari dalam diri yang kadang bahkan kita tidak menyadarinya. Bahkan karena tidak menyadari kita cenderung tidak mengembangkannya menjadi potensi diri. Demikian halnya dengan Calon Guru Penggerak (CGP) yang memiliki faktor x-nya masing-masing.

Faktor x bisa saja berupa bakat, minat maupun karakter. Namun, bisa juga berupa kemampuan komunikasi, kepercayaan diri, doa, kemauan berusaha, kemampuan manajerial, dan jiwa kepemimpinan. Selain itu juga bisa berupa kecakapan fisik, keahlian dalam bidang IT, kecakapan memanfaatkan alat, dan masih banyak lagi.

Lalu dari mana kita bisa mengenali faktor x dalam diri kita sebagai individu maupun CGP?

Pertanyaan menarik yang membutuhkan waktu untuk mengenali diri kita sendiri. Seringkali ini merupakan usaha yang lebih berat daripada mengenali orang lain. Sebenarnya bukan masalah berat atau tidaknya. Lebih pada keinginan diri untuk menggali potensi yang ada. Padahal sejatinya setiap kita memiliki potensi diri. Kembali ke pribadi masing-masing, mau mengembangkannya atau tidak. Bisa jadi sebenarnya mau, tetapi tidak tahu apa yang harus dikembangkannya. Itulah perlunya konsep pemahaman diri agar bisa mengenali faktor x.

Upaya Mengenali Faktor X

  • Mengenali diri sendiri. Dalam dunia pendidikan, seorang CGP untuk menyadari kekuatan dan kelemahan diri. CGP bisa melakukan refleksi diri dan diskusi dengan sejawat untuk mengetahuinya. Dengan demikian CGP akan lebih mengenali diri sendiri. Hal ini penting karena dengan memahami kekuatan dan kelemahan, CGP akan lebih menentukan langkah untuk berubah. Selain itu juga akan lebih terarah dalam memperbaiki dan mengembangkan faktor x dalam diri.
  • Mengeksplorasi diri. Sebagai seorang CGP, mengeksplorasi diri adalah hal penting. Hal ini berkaitan erat dengan keberanian untuk mencoba hal baru atas nama perubahan pendidikan. Tanpa adanya keberanian mencoba, mustahil akan bisa mengetahui penyebab kegagalan. Dengan mencoba, setidaknya akan menemukan pembelajaran untuk memperbaikinya demi hasil terbaik selanjutnya. CGP harus mencoba apa saja? Mencoba menerapkan inovasi pembelajaran adalah salah satunya. Selain itu juga bisa mencoba melakukan pembaruan pada sistem dan ekosistem pembelajaran di kelas.
  • Memantapkan niat dan semangat berkembang. Tanpa memiliki niat, individu termasuk CGP akan mengalami kesulitan untuk mengubah diri. Selain itu, juga akan mengalami kendala nantinya dalam mempelajari hal-hal baru. Sedangkan semangat berkembang lebih pada keinginan untuk terus menumbuhkembangkan faktor x dalam diri. Memiliki semangat perubahan akan membuat diri CGP mengenali apa yang seharusnya berubah serta langkah-langkah melakukan perubahan. Tentunya menyesuaikan dengan potensi diri. Jika ada niat dan semangat berkembang, lambat laun faktor x akan terlihat. CGP semakin menyadari bahwa dirinya memiliki kemampuan melakukan perubahan. Sekecil apa pun itu.
  • Terus meningkatkan kemampuan. Upaya ini akan membuat seorang CGP terus bergerak mengikuti perkembangan dan perubahan zaman. Melalui belajar terus akan membuat CGP seterusnya pembelajar. Mengasah kemampuan akan membuat CGP semakin memahami kemampuan diri. Pemahaman ini akan memudahkannya menemukan dan menentukan pilihan perubahan yang akan dilakukan. CGP bisa meningkatkan kemampuan yang telah dimiliki maupun yang ingin dimiliki. Keduanya penting dalam menunjang perannya sebagai penuntun dalam pendidikan. Mempelajari hal-hal baru dan mengikuti kompetisi merupakan upaya meningkatkan kemampuan diri. Dari sanalah CGP bisa mengukur kemampuan yang harus ditingkatkannya.
  • Keberanian keluar dari zona nyaman. Berada di zona nyaman memang menyenangkan. Setidaknya dengan modal rasa senang akan bisa melakukan banyak hal. Namun, sadarkah kita bahwa terlalu menikmati zona nyaman itu juga sebenarnya tidak terlalu baik? Berada di zona nyaman membuat kita melakukan hal-hal yang monoton. Beda ceritanya jika sesekali kita memberanikan diri keluar dari zona nyaman. CGP akan memperoleh dan mempelajari banyak hal baru. Bertambahnya pengetahuan dan pembelajaran akan merangsang pemikiran atas sebuah perubahan.

Lantas apakah cukup hanya dengan mengenali faktor x dalam diri sendiri saja? Tentu tidak hanya itu. Masih ada hal lain yang harus dilakukan untuk bisa menggali potensi diri lebih dalam. Hal tersebut adalah kolaborasi dengan sekitar. Membuka diri untuk berkolaborasi akan memudahkan seorang CGP dalam mengembangkan potensi diri. Masukan-masukan yang ada merupakan hal penting mengenali faktor x yang bisa saja tidak kita sadari.

Mari menggali dan mengembangkan potensi diri dengan mengenali faktor x dalam diri. Selanjutnya, bergegaslah bersiap melakukan perubahan.

Guru bergerak, Indonesia maju!

Leave a Reply

Your email address will not be published.