Google Sites sebagai Media Pembelajaran Alternatif

Apa Itu Google Sites?

Google Sites menurut Wikipedia adalah aplikasi terstruktur untuk membuat situs web pribadi maupun kelompok, untuk keperluan personal maupun perusahaan. Google Sites disiapkan sebagai pengganti dari Google Page Creator. Situs yang dibuat akan memiliki alamat http://sites.google.com/site/username/.

Logo Google Sites

Aplikasi ini semula memiliki nama yang sama seperti perusahaan pembuatnya, yaitu jotSpot. Awalnya ditujukan untuk perusahaan kecil dan menengah. Google mengakuisisi JotSpot pada bulan Oktober 2006. Google Sites dapat diakses di http://sites.google.com/.

Mengapa Harus Google Sites?

Google Sites menurut Wikipedia adalah cara termudah untuk membuat informasi yang dapat diakses oleh orang yang membutuhkan dengan cepat dan up-to-date. Orang-orang dapat bekerja sama dalam situs untuk menambahkan berkas file lampiran, informasi dari aplikasi Google lainnya (seperti Google DocsGoogle CalendarYouTube dan Picasa), dan konten baru yang bebas bentuk. Membuat situs bersama-sama semudah mengedit dokumen. Selain itu, pengguna bisa mengendalikan siapa yang memiliki akses, apakah itu hanya sendiri, tim atau seluruh organisasi. Pengguna bahkan dapat menayangkan situs untuk dunia. Aplikasi web Google Sites dapat diakses dari komputer yang terhubung internet.

Google Sites menawarkan beragam template bawaan. Template tersebut menyesuaikan dengan kebutuhan. Google Sites menyediakan template untuk personal, perusahaan, pendidikan, hobi, dan sebagainya. Selain itu, Google Sites relatif mudah untuk dikelola, terutama bagi yang baru mengenal blog. Hal ini sangat mendukung guru maupun murid yang ingin membuat blog. Sekaligus juga untuk guru dan murid menyiapkan diri dalam menghadapi tantangan global.

Selain itu, pemakaian Google Sites ini terintegrasi dengan Google Drive. Artinya, kita bisa langsung mengakses laman kita melalui Google Drive kita. Selama ada jaringan internet kita bisa mengelolanya kapan saja. Tentu hal ini memudahkan siapa saja yang ingin mengisi waktu luang dengan menulis.

Siapa yang Bisa Memanfaatkan?

Melihat pada kemudahan dalam penggunaannya, siapa saja bisa memanfaatkan Google Sites. Baik personal maupun tim. Bisa juga aktor pendidikan atau pelaku hobi. Bahkan ibu rumah tangga dan perusahaan pun bisa memanfaatkannya. Termasuk pelaku usaha jualan online. Selain itu, juga bisa orang tua untuk mengetahui perkembangan belajar anaknya. Seperti yang saya lakukan saat ini.

Dalam dunia pendidikan, guru dan murid bisa memanfaatkan Google Sites sebagai media pembelajaran alternatif. Guru bisa membuat bahan ajar, penugasan, dan bahkan membuat kelasnya sendiri. Di dalam kelas tersebut, guru bisa mengorganisasi materi sesuai mata pelajaran. Termasuk di dalamnya adalah pemberian tugas dengan memanfaatkan penyimpanan online.

Sedangkan bagi murid, dapat memanfaatkan Google Slides sebagai media menyimpan portofolio selama mengikuti proses pembelajaran. Portofolio berupa data diri, penugasan, hobi, kegiatan ekstrakurikuler, dan sebagainya. Dengan mengakses portofolio milik murid, guru bisa memberikan penilaian berkelanjutan. Guru akan mudah memberikan catatan perbaikan terhadap pekerjaan murid. Murid pun akan mudah dalam membuat refleksi pembelajaran dalam berbagai bentuk sesuai kebutuhan dan potensi murid. Penugasan atau refleksi bisa dilakukan murid dalam berbagai bentuk, misalnya cerita, gambar, infografis, audio atau video. Dalam artian guru dan murid bisa memanfaatkan Google Sites sebagai media pembelajaran berdiferensiasi.

Kapan Menggunakan Google Site?

Google Sites pada dasarnya adalah blog pribadi milik pengelola atau orang lain yang diberikan izin mengakses sebagai tim. Fungsinya pun sama seperti blog pada umumnya. Oleh karena itu, waktu yang tepat memanfaatkan Google Sites bisa kapan saja. Semua tergantung kebutuhan masing-masing pemilik blog.

Sebagai seorang guru bisa menggunakan Google Sites pada saat sedang melakukan proses pembelajaran. Ini berlaku dalam pembelajaran jarak jauh. Lalu bagaimana dengan pada saat pembelajaran tatap muka terbatas ini? Guru bisa menggunakan Google Sites miliknya untuk melakukan diferensiasi pembelajaran dalam aspek proses maupun produk pembelajaran. Selain itu, guru juga bisa menggunakannya sebagai bagian dari Pembelajaran Sosial dan Emosional. Hal ini terkait dengan pengenalan dan pengelolaan emosi murid dengan cara menulis. Selain itu, juga berkaitan erat dengan pengembangan budaya literasi menulis di sekolah.

Selain selama proses pembelajaran, guru juga bisa menggunakan Google Sites di luar proses pembelajaran. Hal ini erat kaitannya dengan pengembangan kompetensi diri guru dalam menulis. Selain itu juga sebagai upaya mengarsipkan pengetahuan dan pemahaman dari pelatihan atau pendidikan yang diikutinya.

Sebagai contoh bagi guru yang memiliki status sebagai Calon Guru Penggerak bisa memanfaatkan Google Sites sebagai ajang pameran hasil aksi nyata. Selama mengikuti pendidikan tentu banyak aksi nyata yang bisa dibagikan kepada sejawat. Melalui Google Sites seorang Calon Guru Penggerak bisa menampilkan dokumentasi dan narasi capaian aksi nyata dalam lokakarya panen raya. Hal ini akan membuat capaian aksi nyata lebih luas jangkauan sasarannya. Berbeda dengan hanya jika menampilkannya secara luring saja dalam lokakarya.

Di Mana Menggunakan Google Site?

Pengguna internet bisa mengakses Google Sites di mana saja. Tentunya dengan catatan ada jaringan internetnya. Sependek penahanan dan pengalaman saya menggunakan, Google Sites baru bisa digunakan lewat desktop/komputer/laptop. Pengguna belum bisa menggunakan Google Sites lewat gawai. Pengguna dapat menggunakan gawai hanya sekadar melihat dan membaca informasi Google Sites yang ada. Namun, belum menyediakan fitur untuk membuat blog seperti penyedia blog lainnya, misalnya wordpress atau blogspot.

Tentu hal ini mengurangi pengalaman membuat dan menyunting blog bagi pengguna yang lebih memilih gawai daripada perangkat komputer. Hal ini juga menyebabkan kurang praktis dalam mengelola blog. Penyebabnya adalah saat membuat dan menyunting harus menggunakan desktop. Di sinilah letak permasalahannya. Selain tidak semua pengguna memiliki desktop, juga karena waktu pengerjaannya terbatas. Membutuhkan waktu khusus untuk bisa mengelolanya dengan desktop.

Berbeda jika bisa dikelola lewat laptop. Waktu pengelolaan akan jauh lebih praktis. Hal ini karena waktu memanfaatkan gawai lebih banyak daripada menggunakan desktop. Selain itu, menggunakan gawai juga tidak membutuhkan tempat khusus. Bisa lebih fleksibel dalam mengerjakannya.

Namun, di balik kekurangan itu, setidaknya Google Sites mengajarkan kepada kita tentang memanfaatkan waktu sebaik-baiknya saat sedang berhadapan dengan desktop. Terlepas dari kekurangan tersebut, jelas Google Sites ingin memberikan pengalaman berharga bagi guru dan murid dalam melaksanakan proses pembelajaran yang bermakna.

Bagaimana Membuat Google Site?

Untuk bisa menggunakan Google Sites, guru dan murid bisa mulai membuatnya. Syarat utama adalah memiliki akun gmail. Tentu saja membuatnya dengan menggunakan desktop. Proses pembuatan awal tidaklah sulit. Hanya cukup login dengan akun gmail masing-masing, kemudian pengguna akan masuk ke dashboard blog.

Berikut ini adalah langkah-langkah membuat Google Sites.

Langkah 1. Kunjungi laman resmi Google Sites di https://sites.google.com, kemudian pilih login.

Langkah 2. Pilihlah akun gmail yang akan digunakan untuk membuat Google Sites, kemudian masukkan password email.

Langkah 3. Membuat Google Sites dengan cara memilih buat baru atau salah satu template yang sudah disediakan

Langkah 4. Mulai mengelola template blog terpilih

Langkah 5. Mengatur konten (judul, mengganti gambar, nama halaman, materi blog, dan tema blog) sesuai kebutuhan

Langkah 6. Melakukan publish blog ke internet dengan cara klik tombol publish, kemudian tulis nama alamat web sesuai keinginan

Mudah, bukan?

Untuk mendapatkan tampilan blog yang sesuai keinginan, bisa mengelola dengan sebaik-baiknya. Semakin dalam menjelajah, pengalaman mengelola blog akan menyenangkan.

Kesimpulan

Kesimpulan dari uraian tersebut di atas adalah bahwa semua bisa memanfaatkan Google Sites sebagai blog untuk berbagai kebutuhan. Tidak terkecuali guru dan murid dalam proses pembelajaran. Dengan kolaborasi antara guru dan murid akan diperoleh sinergitas pemanfaatan blog dalam proses pembelajaran yang kreatif dan menarik. Bukan tidak mungkin, Google Sites akan menjadi pilihan tepat sebagai media pembelajaran alternatif untuk meningkatkan prestasi belajar murid.

Leave a Reply

Your email address will not be published.