Implementasi Tindak Lanjut Pendidikan Guru Penggerak (2)

Berdasarkan program-program berdampak pada murid SMP Negeri 3 Lingsar yang telah disusun sebelumnya di sini, berikut adalah penjabarannya.

Aksi Literasi

Program yang semula dilaksanakan secara klasikal ini diadopsi secara komunal di tingkat sekolah. Untuk ketercapaian dampak, disesuaikan dengan jadwal yang ada di sekolah. Program ini melibatkan guru sebagai pengarah dan murid sebagai pelaksana. Aksi Literasi disetujui oleh pihak sekolah akan dilaksanakan setiap hari Kamis sebelum mulai pelajaran. Pembagian kelompok membaca berdasarkan jenjang kelas tiap minggunya. Hal ini menyesuaikan dengan ketersediaan buku bacaan pengayaan yang ada di perpustakaan. Sebagai langkah awal, kegiatan akan dilaksanakan di masing-masing kelas sesuai jadwal, yaitu seminggu sekali. Bertindak sebagai Koordinator Tim Program adalah Denok Tri Nuladani, S.Pd. (Guru BP/BK) dengan anggota adalah semua wali kelas. Sedangkan tim pelaksana adalah murid masing-masing kelas.

Adapun langkah-langkah yang diambil dalam melaksanakan program ini adalah sebagai berikut:

  1. Koordinasi dengan Kepala Sekolah terkait detail pelaksanaan program;
  2. Koordinasi dengan Urusan Kurikulum terkait penyiapan jadwal pelaksanaan agar tidak mengganggu proses pembelajaran;
  3. Koordinasi dengan Urusan Kesiswaan guna mengkoordinasi murid sebagai pelaksana;
  4. Koordinasi dengan guru BP/BK terkait penyiapan bahan bacaan pengayaan, lokasi membaca, dan pembagian kelompok membaca murid;
  5. Kolaborasi dengan rekan sejawat dalam komunitas praktisi di sekolah dalam rangka pembentukan struktur pelaksana program yang melibatkan murid sebagai pelaksana;
  6. Kolaborasi dengan wali kelas dan murid terkait penyiapan bahan bacaan pengayaan di kelas;
  7. Memperbanyak buku Jurnal Pelaksanaan Literasi sejumlah kelas yang ada. Buku ini nantinya akan dipegang oleh Koordinator Pelaksana di tingkat murid sebagai bahan laporan kepada wali kelas masing-masing;
  8. Tim Aksi Literasi mengarahkan murid untuk melaksanakan kegiatan aksi literasi sesuai jadwal. Kegiatan aksi literasi selain membaca juga keterampilan menulis garis besar hasil bacaannya dalam buku Jurnal Membaca.

Dampak terhadap murid yang diharapkan dari program tersebut adalah meningkatnya kebiasaan membaca dan menulis. Kebiasaan positif yang akan memberikan banyak makna bagi kehidupan masa depan mereka.

Pelatihan Pemanfaatan Komputer Bagi Murid

Program ini dilaksanakan sebagai salah satu bentuk upaya sekolah dalam menyiapkan murid menghadapi Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK). Melalui pelatihan, murid diharapkan lebih siap dalam menghadapi ANBK terutama menyangkut pemanfaatan komputer. Pelatihan pemanfaatan komputer bagi murid ini diintegrasikan dalam mata pelajaran. Jadi, pelatihan tidak berdiri sendiri atau membutuhkan jam tambahan di luar pelajaran. Sebagai langkah awal sekaligus menyesuaikan dengan ketersediaan sarana prasarana komputer, pelatihan melibatkan satu orang guru dalam satu kelas. Bertindak sebagai koordinator program ini adalah Kusnadin, S.Pd. (Guru Matematika) bersama tim pelaksana program lainnya dari guru mata pelajaran.

Guna ketercapaian hasil, ditentukan langkah-langkah pelaksanaan program adalah sebagai berikut:

  1. Koordinasi dengan Kepala SMP Negeri 3 Lingsar terkait penjelasan detail pelaksanaan kegiatan;
  2. Koordinasi dengan Urusan Kurikulum terkait pembuatan jadwal pelaksanaan kegiatan;
  3. Kolaborasi dengan sejawat terkait pemetaan guru mata pelajaran yang memiliki potensi memanfaatkan komputer sebagai media pembelajaran;
  4. Kolaborasi dengan sejawat terkait penyesuaian jadwal pemanfaatan ruang laboratorium TIK sebagai kelas untuk belajar berdasarkan jadwal mengajar guru bersangkutan;
  5. Guru mata pelajaran bersangkutan melaksanakan proses pembelajaran seminggu sekali atau dua minggu sekali dan minimal sebulan sekali di ruang laboratorium TIK sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Dampak bagi murid dari program ini adalah murid terbiasa memanfaatkan komputer sebagai pendukung proses pembelajaran. Dengan kebiasaan baik ini akan melahirkan murid yang cakap digital.

Jurnal Imtak Hari Jumat

Kegiatan imtak hari Jumat sebenarnya adalah program yang telah lama berjalan di sekolah. Hanya saja masih membutuhkan pengembangan ke depannya agar lebih berdampak pada murid. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan mengintegrasikan kebiasaan menulis dalam bentuk jurnal. Dengan jurnal imtak ini akan membuat murid terbiasa menulis hal-hal baik terkait peningkatan iman dan takwa. Melalui jurnal imtak sekolah akan lebih mudah dalam memetakan potensi murid dalam bidang keagamaan. Koordinator program ini adalah Lalu Sultanudin, S.Ag. (Guru Pendidikan Agama Islam) bersama tim program dari unsur guru dan tenaga kependidikan.

Langkah-langkah yang dilakukan untuk mencapai tujuan adalah sebagai berikut:

  1. Koordinasi dengan Kepala SMP Negeri 3 Lingsar untuk mendapatkan pengarahan terkait pelaksanaan kegiatan;
  2. Kolaborasi dengan guru Pendidikan Agama Islam dalam persiapan dan menyusun langkah-langkah pelaksanaan kegiatan;
  3. Bersama dengan koordinator melakukan kolaborasi dengan wali kelas terkait imbauan kepada murid untuk menyiapkan buku jurnal imtak;
  4. Pelaksanaan imtak hari Jumat yang ditandai dengan pengisian jurnal oleh murid tentang garis besar materi yang disampaikan dalam kegiatan;
  5. Pengumpulan jurnal imtak kepada wali kelas untuk diberikan umpan balik demi perbaikan ke depannya.

Dampak terhadap murid yang diharapkan adalah meningkatnya kemampuan murid dalam menulis melalui kegiatan menyimak materi. Ke depannya hal ini akan menjadikan murid terbiasa mencatat hal-hal penting yang bermanfaat bagi kehidupannya.

Budaya Positif Kesepakatan Kelas

Program ini merupakan pengembangan dari tingkat klasikal yang dilaksanakan sebelumnya. Kegiatan ini melibatkan wali kelas sebagai fasilitator dalam pembuatannya di kelas masing-masing. Dasar pembuatan di kelas adalah kesepakatan kelas yang telah dibuat di kelas contoh. Pembuatannya menyesuaikan dengan aspirasi murid di kelas-kelas lain tersebut. Proses pembuatannya pun sama dengan pada saat pembuatan di kelas contoh. Hal ini menyangkut dengan kelas impian murid dan upaya untuk mewujudkannya.

Program ini di bawah koordinator Ahmad Junaini, S.Pd. (Guru Pendidikan Kewarganegaraan) SMP Negeri 3 Lingsar. Koordinator bertugas melakukan koordinasi dan kolaborasi dengan wali kelas dalam pembuatan kesepakatan kelas. Tugas lainnya yaitu memastikan semua kelas telah memiliki kesepakatan melalui penyiapan alat dan bahan yang dibutuhkan.

Langkah-langkah yang dilakukan untuk mencapai tujuan berdampak pada murid adalah sebagai berikut:

  1. Koordinasi dengan Kepala Sekolah terkait rencana pembuatan kesepakatan kelas pada setiap kelas. Selain itu, juga untuk memperoleh dukungan konkrit berupa imbauan dan instruksi pengadaan alat dan bahan;
  2. Koordinasi dan kolaborasi dengan wali. Kelas terkait replikasi kesepakatan kelas yang telah dibuat di kelas contoh;
  3. Kolaborasi dengan wali kelas dalam mengarahkan murid di setiap kelas untuk menyampaikan aspirasi sebagai kesepakatan kelas;
  4. Kolaborasi dengan wali kelas dalam membuat kesepakatan kelas agar lebih menarik untuk dipajang di kelas.

Dampak pada murid yang diharapkan dari program ini adalah murid memiliki kesadaran penuh dalam menjalankan kesepakatan yang ada. Ke depannya kesepakatan kelas bisa terus berubah sesuai masukan dari murid demi terciptanya pembelajaran berpusat pada murid.

Guru Penggerak, Merdeka Belajar
Guru Bergerak, Indonesia Maju
Komunitas Guru Penggerak Lombok Barat
Belajar dan Berbagi untuk Negeri

Leave a Reply

Your email address will not be published.