Jurnal Refleksi Mingguan – Minggu 12 (Model 5R)

Reporting

Dalam modul 2.2. saya belajar tentang Pembelajaran Sosial dan Emosional tahap Mulai dari Diri, Eksplorasi Konsep, dan Ruang Kolaborasi. Dalam tahap Mulai dari Diri, saya  menggali pemahaman awal terkait pembelajaran sosial dan emosional. Selain itu, juga menggali keinginan tentang hal-hal lebih lanjut yang ingin dipelajari terkait pembelajaran sosial dan emosional. Selanjutnya pada tahap Eksplorasi Konsep, saya belajar banyak tentang pengertian pembelajaran sosial dan emosional. Selain itu, saya juga belajar tentang hakikat pembelajaran sosial dan emosional, arti penting pembelajaran sosial dan emosional bagi guru, kompetensi sosial dan emosional, dan konsep kesadaran penuh (mindfullness).Pada awal tahapan belajar, saya dihadapkan pada lima contoh kasus terkait kompetensi sosial dan emosional, yaitu kesadaran diri, manajemen diri, kesadaran sosial, kemampuan berelasi, dan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab. Pada tahap ini, CGP secara mandiri diminta untuk menganalisis kasus yang sedang dialami oleh tokoh dalam cerita serta penerapan kompetensi sosial dan emosional dalam penyelesaian masalah. Pada tahap selanjutnya, yaitu Ruang Kolaborasi, saya berdiskusi dengan rekan sesama CGP. Poin utama diskusi adalah membuat Teknik Penerapan Pembelajaran Sosial dan Emosional dengan mengisi tabel. CGP dibagi menjadi tiga kelompok berdasarkan jenjang pendidikan. Penekanan pemberian tugas adalah pada pemilihan teknik yang sesuai dengan ruang lingkup dan kompetensi sosial dan emosional (KSE). Sedangkan pada tahap Refleksi Terbimbing, CGP diminta menuliskan hal menarik, perubahan, dan kendala selama pembelajaran.

Responding

Melalui diskusi secara daring, masing-masing anggota kelompok memberikan respons atas tugas. Masing-masing CGP menyusun teknik Pembelajaran Sosial dan Emosional (PSE) berdasarkan kesepakatan. Hasil kesepakatan selanjutnya dijadikan sebagai hasil diskusi kelompok untuk dipresentasikan. Selama sesi presentasi ada kejadian yang membuat saya pribadi merasa tidak nyaman. Hal ini karena masing-masing kelompok berusaha mempertahankan pendapatnya. Padahal sejatinya dalam sesi tersebut tidak ada yang diserang. Tidak ada yang benar atau salah saat sama-sama belajar. Yang ada hanya mau atau tidak untuk terus belajar memperbaiki yang kurang. Beruntung masing-masing kelompok memberikan respons positif yang pada akhirnya diskusi menjadi lebih hidup.

Relating

Berdasarkan peristiwa belajar yang dijalani, saya pun bisa mengaitkan dengan pengalaman pribadi. Peristiwa memahami materi pembelajaran sosial dan emosional mengingatkan saya tentang pentingnya melakukan pemetaan sosial dan emosional murid. Tujuannya adalah agar PSE terintegrasi dalam proses pembelajaran bisa sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Selain itu, peristiwa diskusi dengan teman sesama CGP menjadi penguat terhadap apa yang sudah saya lakukan. Setidaknya dari hasil diskusi saya lebih membuka wawasan saya terkait teknik PSE. Berdasarkan pengetahuan dan keterampilan pribadi, saya pun berusaha menerapkan pembelajaran sosial dan emosional di kelas.

Reasoning

Pembelajaran sosial dan emosional bisa terjadi karena adanya keinginan untuk melakukan tindakan di kelas. Berawal dari pemetaan teknik PSE saya mulai belajar menyusun RPP Sosial dan Emosional. Alasannya adalah pemetaan teknik PSE ini akan sangat membantu dalam mengintegrasikan PSE dalam proses pembelajaran. Adanya pemetaan akan lebih mudah menempatkan PSE dalam tahapan proses pembelajaran yang tepat. Selain itu, juga akan memudahkan dalam menyesuaikan dengan tujuan pembelajaran. Satu hal yang masih membutuhkan pembiasaan. Terkait dengan penyusunan RPP, membutuhkan kolaborasi dengan teman sejawat di sekolah. Hal ini untuk memperoleh masukan bentuk PSE yang mungkin dilakukan di kelas.

Reconstructing

Menyusun RPP PSE memang bukan perkara mudah. Ada kendala yang dihadapi yaitu berupa kesulitan dalam menentukan teknik PSE yang sesuai dengan tujuan pembelajaran. Sebagai alternatif, sebelum menyusun RPP PSE saya akan mengumpulkan terlebih dahulu teknik-teknik PSE. Selanjutnya mengubahsuaikan dengan tujuan pembelajaran. Selanjutnya saya akan memodifikasi teknik menyesuaikan dengan kondisi, potensi, dan kebutuhan murid. Menurut saya ini akan sangat membantu ke depannya dalam menyusun RPP.

Leave a Reply

Your email address will not be published.