Jurnal Refleksi Mingguan – Minggu 15 (Model Round Robin)

Sebelum mempelajari modul ini …

Saya pikir bahwa coaching memiliki pengertian yang sama dengan konseling dan mentoring. Saya juga berpikir bahwa ketiganya memiliki teknik yang sama dalam penerapannya di sekolah. Selain itu, saya juga berpikir bahwa perbedaan ketiganya hanya terletak pada nama saja.

Saya merasa bahwa coaching merupakan kegiatan yang akan sulit untuk dilakukan di sekolah saya. Hal ini karena untuk bisa melakukan coaching harus menguasai banyak kompetensi. Bagi orang masih awan dan jarang menerapkan, tentu hal ini akan menjadi tantangan baru yang harus ditaklukkan. Selain itu, juga membutuhkan usaha ekstra keras untuk bisa melakukannya dengan baik.

Setelah mempelajari modul ini …

Saya pikir bahwa coaching ternyata memiliki perbedaan mendasar dengan konseling dan mentoring. Coaching lebih pada membantu orang lain untuk belajar melalui penggalian potensi. Selain itu, coaching juga merupakan kegiatan yang erat kaitannya dengan membangun komunikasi dan kepercayaan.

Saya merasa bahwa coaching akan bisa diterapkan di sekolah saya melalui komunitas praktisi yang terbentuk. Keyakinan perasaan ini terbentuk setelah mempelajari kompetensi dan juga latihan melalui forum praktik coaching secara daring dengan sesama CGP. Hasil latihan setidaknya menjadi modal awal untuk belajar melalui latihan di sekolah dengan melibatkan peran komunitas praktisi.

Dari empat kelompok kompetensi dasar seorang coach, saya merasa bahwa kekuatan saya ada pada kompetensi …

Keterampilan memfasilitasi pembelajaran.

Hal ini karena pengalaman melakukan proses pembelajaran di sekolah maupun luar sekolah. Pengalaman melaksanakan proses pembelajaran secara tidak langsung akan menguatkan potensi diri dalam memberikan bantuan kepada orang lain. Meskipun bukan dalam bentuk coaching, tetapi setidaknya keterampilan ini adalah modal besar untuk menjadi seorang coach andal.

Dari teknik coaching yang saya pelajari, teknik yang perlu saya kembangkan dan latih adalah…

Teknik berkomunikasi

Hal ini karena masih banyak teknik komunikasi yang harus saya pelajari lebih dalam lagi. Misalnya, menggabungkan komunikasi agresif dan submisif. Selain itu juga masih mengalami kesulitan mempraktikkan diri sebagai pendengar aktif, bertanya aktif, dan umpan balik efektif. Selain itu, untuk bisa mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi coachee membutuhkan latihan terus-menerus. Dengan sering latihan, maka ke depannya keterampilan komunikasi akan terasah. Termasuk di dalamnya adalah menggunakan berbagai teknik bertanya yang tepat, yang memancing coachee untuk bisa menemukan solusi permasalahannya sendiri.

Kendala yang saya hadapi ketika melakukan praktik coaching dalam Komunitas Praktisi adalah…

Kendala utama, yaitu terkait dengan kemampuan diri menjadi pendengar aktif, bertanya aktif, dan umpan balik reflektif. Bagaimanapun juga semuanya membutuhkan waktu untuk belajar.

Upaya yang saya lakukan dalam menghadapi kendala tersebut adalah…

Terus berlatih menjadi pendengar aktif, bertanya aktif, dan umpan balik efektif melalui komunitas praktisi. Saya yakin latihan adalah cara belajar paling efektif untuk bisa meningkatkan kemampuan bertanya efektif. Dengan sering latihan, praktik coaching akan menjadi sebuah kebiasaan. Sebuah kebiasaan pada akhirnya akan menjadikan sesuatu lebih mudah dikerjakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.