Jurnal Refleksi Mingguan – Minggu 22 (Model 4P)

Kekurangan masa lalu ada untuk perbaikan di masa depan, hanya berlaku bagi yang menginginkan perubahan.

Peristiwa

Pada minggu ini saya masih melanjutkan pembelajaran tentang pemimpin dalam pengelolaan sumber daya. Alur pembelajaran minggu ini adalah EKA, yaitu Elaborasi Pemahaman, Koneksi Antarmateri, dan Aksi Nyata. Pada sesi Elaborasi Pemahaman ini terjadi diskusi hangat dengan instruktur. Beberapa hal baru terungkap dari berbagi pengalaman dengan sesama Calon Guru Penggerak (CGP).

Tahap selanjutnya adalah Koneksi Antarmateri. Pada tahap ini, CGP diminta melakukan sintesis antarmateri. Hasil sintesis menggambarkan keterkaitan. Adanya keterkaitan merupakan langkah dalam memahami materi keseluruhan secara utuh. Pada tahap ini juga memberikan kesempatan kepada CGP untuk melakukan rancangan tindakan aksi nyata terkait pengelolaan sumber daya di sekolah.

Pada tahap Aksi Nyata ini masing-masing CGP diminta untuk mengeksekusi rancangan yang telah dibuat. Tentu tahap yang dilakukan menyesuaikan dengan yang telah disusun. Pada saat pendampingan, CGP bisa melakukan diskusi dan refleksi terkait implementasi aksi nyata di lapangan.

Perasaan

Mengakhiri modul 3.2. ini ada perasaan lega dan bahagia. Fokus belajar pun sedikit berubah terutama menyangkut implementasi aksi nyata di sekolah. Ada rasa tertantang untuk bisa mengimplementasikan sebaik-baiknya apa yang telah direncanakan. Kekhawatiran hadir karena jadwal berbenturan dengan tugas lain. Hal ini membuat saya harus lebih jeli dalam mengatur strategi.

Pembelajaran

Pembelajaran utama selain meningkatnya pemahaman adalah pentingnya mengatur agenda kegiatan. Hal ini berlaku bagi CGP yang memiliki tugas lain di luar mengikuti Pendidikan Guru Penggerak. Termasuk saya. Dari proses ini saya belajar untuk mengelola aset manusia, yaitu diri saya sendiri. Saya perlahan belajar mengelola potensi diri dalam mengatur agenda. Hal ini penting karena bagaimanapun juga kemampuan seseorang bukan tak terbatas. Pengelolaan diri sebagai aset yang tepat akan memudahkan dalam melakukan tindakan aksi nyata.

Perubahan

Perubahan dalam diri terutama menyangkut keberhasilan dan kegagalan implementasi. Keberhasilan dalam melakukan pemetaan mengubah persepsi saya tentang beragamnya aset di sekolah. Saya juga mulai berpikir untuk mengelola aset-aset yang belum optimal. Sedangkan kekurangan yang ada, misalnya adalah modal fisik. Sekolah memiliki modal fisik yang belum difungsikan dengan baik. Ke depannya perlu menyusun optimalisasi pemanfaatan modal fisik yang ada.

Leave a Reply

Your email address will not be published.