#KamisMenulis: Sang Pengolah Kata dan Data

Setelah melewati drama surat daring, akhirnya saya bisa berpartisipasi juga dalam #KamisMenulis. Sebuah program yang diinisiasi Komunitas Lagerunal ini menghadirkan tema yang seru. Program mingguan ini selalu saja berhasil membuat Sobat Lage penasaran menaklukkan setiap tantangan yang ditawarkan.

Pada #KamisMenulis edisi 14 Januari 2021 ini, temanya adalah tantangan menulis profil teman. Setelah beberapa hari terkatung-katung sendirian di tengah lautan kata, saya akhirnya menemukan teman duet. Lewat saling tukar kabar, kami pun berhasil menyelesaikan tantangan #KamisMenulis. Berawal dari saling tukar surat daring, kemudian berlanjut ke menulis profil narasi. Saya pun mulai membaca profil lengkap beliau dan menerjemahkannya dalam sebuah narasi. Profil narasi yang saya tulis mungkin masih jauh dari sempurna bagi sosok luar biasa bernama Imam Syafii.

Siapakah Imam Syafii?

Kenali beliau lebih dekat lewat profil naratif berikut ini!

Profil Teman #KamisMenulis

Imam Syafii. Seorang pria dengan beragam talenta dalam mengolah kata dan data. Bagi pria kelahiran Tebat Jaya (OKU Timur) 22 Februari 1978 ini, hidup adalah perihal belajar. Tidak heran jika ia tak lelah menuntut ilmu, baik jalur formal maupun nonformal.

Pria pemilik zodiak berlambang ikan ini telah bertahun-tahun menghabiskan usianya untuk belajar. Mulai dari jenjang pendidikan dasar, menengah, dan tinggi. Bahkan kepiawaiannya mengolah dan mengelola pengetahuan mengantarkannya memperoleh beasiswa tingkat S2 di Institut Pertanian Bogor tahun 2002.

Kesungguhannya mengabdi pada upaya mencerdaskan anak bangsa dibuktikan dengan menyelesaikan studi Akta IV Kependidikan Biologi tahun 2008. Sosok ini hampir sepuluh tahun mengabdikan ilmu sebagai guru honorer di beberapa satuan pendidikan. Terhitung sejak 2005 hingga 2015, semangat pengabdiannya tetaplah pijar pelita. Senantiasa benderang dalam kesabaran penantian. Bahkan hingga saat status honorernya berubah menjadi Pegawai Negeri Sipil tahun 2015, pelita itu semakin berpijar.

Baca Juga: Profil Sudomo, S.Pt.

Kehidupan pria penyuka kopi pekat dan tempe gurih ini tidak jauh dari proses mengolah data. Peran strategis sebagai operator terkait pengolahan data sekolah telah dijalaninya sejak 2009 hingga sekarang. Tercatat sebagai operator/admin web sumselkemenag.web.id, PAS, Padamunegeri, Simpatika, dan PDSS-SNMPTN MAN I Musi Rawas, semakin mengukuhkan dirinya sebagai sosok yang andal. Tidak salah jika akhirnya terpilih sebagai fasilitator PAS-Dapodik dan Tim TIK kabupaten Musi Rawas.

Di sela kesibukan mencintai seorang istri serta dua orang putra dan satu orang putri, ia terus melakukan yang terbaik dalam kehidupan. Kekuatan dan keyakinan pun berpadu melahirkan banyak prestasi. Tercatat berbagai prestasi diraihnya sejak masih berstatus mahasiswa.

Prestasi di bangku kuliah sebagai mahasiswa berprestasi tahun 1999 merupakan pintu gerbang. Setelah terbuka, berbagai prestasi lainnya bergerak mengikuti. Tidak ada yang secepat kilat. Berbagai prestasi itu lahir dari perjuangan panjang. Beberapa di antaranya yaitu predikat lulusan terbaik, penerima beasiswa pendidikan, guru berdedikasi, dan juara kontributor web sumselkemenag.web.id.

Prestasi yang ditorehkan bukan semata-mata doa dan perjuangan pribadi. Namun, juga karena motivasi dari keluarga dan orang-orang terdekat. Selain orang tua dan saudara juga orang tua asuh selama mengikuti pendidikan dan terutama istri tercinta.

Baca Juga: Profil Imam Syafii

Motivasi itu bukan saja dorongan berbuat lebih baik, tetapi juga dalam memajukan literasi. Dorongan demi dorongan diwujudkannya dalam berbagai karya. Baginya menulis adalah bagian dari menuangkan ide dan gagasan dalam bentuk tulisan dari apa yang didengar, dilihat, dibaca, dan yang dirasa melalui panca indra. Menurutnya semua adalah anugerah terindah yang Maha Kuasa agar ide dan gagasan bisa  sampai kepada orang lain dalam bentuk ilmu pengetahuan dan wawasan yang bermanfaat untuk dunia dan akhirat.

Aktivitas sehari-harinya yang padat dalam mengolah kata dan data tidak membuatnya lupa menjaga kesehatan fisiknya. Olahraga bulutangkis menjadi pilihannya menjaga stamina. Sebab ia masih menyimpan harapan terbaik kehidupan di masa depan. Salah satunya adalah tetap bisa berbuat baik dan bermanfaat bagi sesama.

Untuk bisa menempuhnya, ia selalu berusaha meningkatkan kompetensi diri. Ia tak lelah menempa diri dengan berjejaring. Sebab ia percaya, berjejaring adalah upaya pembelajaran terbaik di tengah kemajuan zaman.

Kenali lebih dekat lewat karya-karyanya di www.mamilenial.blogspot.com

Hiasi hidup dengan kesyukuran dan kesabaran. Tanamlah kebaikan sepanjang hayat masih dikandung badan

Imam Syafii

Buah dari ilmu itu adalah amal (karya). Maka berkaryalah agar ilmu yang engkau dapatkan bermanfaat. Karena sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lainnya

Imam Syafii

Demikian jawaban atas tantangan #KamisMenulis edisi 14 Januari 2021. Misi selesai! Semoga menginspirasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published.