#KamisMenulis: Satu Kata Banyak Makna

Tema program #KamisMenulis yang diinisiasi oleh Komunitas Lagerunal selalu saja bisa menghadirkan senyum di bibir anggotanya. Kehadiran tema menjadi momen yang sangat ditunggu. Rasa penasaran selalu menghantui. Keingintahuan pun ikut membayangi. Bagaimana tidak? Tema-tema yang ditawarkan seringkali menantang. Tidak jarang seperti kebanyakan. Namun, sesekali juga ajaib dan nyeleneh.

Tidak terkecuali #KamisMenulis edisi 21 Januari 2021. Edisi kesekian kalinya ini kembali bisa menghadirkan senyuman. Beberapa di antaranya tersenyum manis karena yakin bisa menyelesaikan tantangan. Namun, lebih banyak yang tersenyum kecut membaca tema yang diberikan. Tidak terkecuali saya. Saya termasuk golongan kedua. Diam-diam tersenyum kecut setelah melempar tema di grup.

Sebenarnya tidak ada alasan khusus. Hanya sekadar keinginan melestarikan kata dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) yang sangat jarang digunakan. Muncullah tagar #SuakaMargaKata. Sebuah tagar lama yang sering digunakan oleh akun Twitter @fiksimini saat melempar tema khusus di hari Sabtu.

Mengobati kerinduan pada tagar lama itu, tercetuslah ide untuk mengadopsinya di grup WA Komunitas Lagerunal. Kebingungan pun sontak memenuhi segenap isi ruang penuh imajinasi tersebut. Saling bertanya adalah jawaban kebingungan. Dari jawaban pun akhirnya perlahan pintu ide dan pikiran sedikit terkuak.

Kata dalam KBBI yang jarang digunakan dan membuat kehebohan itu adalah ‘lose‘. Sebuah kata yang dalam Bahasa Inggris berarti kalah. Namun, tidak di KBBI. Kata ini justru bisa dikatakan kebalikannya. Lose dalam Bahasa Indonesia berarti kelas yang tertinggi atau terbaik. Kata ini termasuk ke dalam nomina atau kata benda.

Setahu saya kata ‘lose’ juga ada dalam Bahasa Sasak. Kata ini sering diucapkan berhubungan dengan orang yang tidur. Lose dalam Bahasa Sasak bisa diartikan sebagai nyenyak. Wah! Ternyata satu kata bisa banyak makna dalam berbagai bahasa, ya.

Kembali ke tema #KamisMenulis yang berupa kata lose, awalnya saya sama sekai tidak memiliki ide mau menulis apa. Namun, saat dalam kondisi hampir menyerah, ide tulisan datang menunjukkan arah. Hasilnya, tulisan ini.

Berikut ini adalah contoh penggunaan kata ‘lose’ dalam kalimat. Cek, yuk!

  • Imam berhasil masuk ke lose di sekolahnya karena nilai akademisnya bagus;
  • Saat menonton film, Indra selau memilih lose di bioskop;
  • Berkat latihan keras, Tini berhasil meraih lose dalam kejuaraan olahraga tahun ini;
  • Penulis populer itu berada di lose saat pengumuman penulis pilihan tahun ini;
  • Butuh doa dan perjuangan bagi setiap orang untuk bisa berada di lose;
  • Hanya orang-orang berduit saja yang bisa menempatkan diri di lose saat menyaksikan pertandingan sepakbola;
  • Sebagai tamu undangan istimewa, Pak De berhak duduk di lose gedung mewah itu;
  • Cipto duduk di lose saat menyaksikan pentas drama anak didiknya.

Demikian contoh-contoh penggunaan kata ‘lose‘ dalam kalimat. Semoga bermanfaat.

Salam literasi!

Leave a Reply

Your email address will not be published.