.:. KAMU! .:.

⌣·̵̭̌✽̤̥̈̊·̵̭̌⌣

“Ah! Gelap! Aku sudah tidak betah lagi di sini!” aku menjejak-jejakkan kakiku di permukaan lunak.

“Ini semua gara-gara kamu! Iya, kamu! Kamu yang telah membuatku berada di sini,” aku masih merutuk tak tentu.

“Dasar kamu biadab!”

Suara rintih kesakitan terdengar di sekelilingku. Aku tak tahu itu suara siapa. Yang jelas itu bukan suara kamu. Rintih kesakitan itu semakin keras. Aku pun tahu itu adalah suara ibuku.

“Ibuku kenapa? Ayahku kemana?”

Suara rintih itu menjadi sebuah teriakan panjang disertai tangisan. Aku pun terbebas dari kegelapan yang menyekapku selama sembilan bulan. Aku menatap wajah ibu. Tak ada wajahmu. Ya, kamu tak ada di situ. Berlalu setelah kaupaksa ibuku melayanimu tanpa memakai alat kontrasepsi.

⌣»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈♡̬̩̃̊‎ @momo_DM ♡̬̩̃̊‎✽̤̈·̵̭̌·̵̭̌«̶⌣

Leave a Reply

Your email address will not be published.