Karakter Keberanian Dapat Ditumbuhkan Sejak Dini Lewat Darik

Karakter keberanian merupakan salah satu karakter penting dalam proses pendidikan. Karakter yang bersumber dari olah hati ini akan membangun kesiapan diri anak untuk menghadapi tantangan dalam kehidupan. Sikap berani tidak saja tentang melakukan perlawanan pada tindakan salah. Namun, juga mengutarakan dan mempertahankan sesuatu yang memang benar.

Di era digital seperti sekarang, karakter ini akan menjadi senjata sekaligus tameng. Keberanian akan menjadi senjata yang tajam untuk melawan ketidakadilan yang terjadi. Keberanian juga akan sekaligus menjadi tameng untuk menjaga diri dari pengaruh negatif lingkungan sekitar. Bukan saja di dunia nyata, melainkan juga di ranah maya. Memiliki karakter ini berarti mempunyai keteguhan sikap dalam memperjuangkan hidup. Banyak hal positif lahir dari karakter ini. Contohnya adalah kemampuan menyesuaikan diri karena memiliki keberanian untuk tampil di tengah masyarakat.

Makna Karakter Keberanian

Keberanian berasal dari kata dasar berani. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) berani merupakan kelas kata adjektiva yang dilambangkan dengan huruf a. Berani dalam KBBI berarti mempunyai hati yang mantap dan rasa percaya diri yang besar dalam menghadapi bahaya, kesulitan, dan sebagainya. Selain itu berani juga berarti tidak takut (gentar, kecut). Sedangkan keberanian artinya adalah keadaan berani atau kegagahan.

Dari definisi tersebut titik fokus keberanian adalah hati dan percaya diri. Dengan memiliki hati yang percaya diri, keberanian akan muncul dalam diri. Terutama keberanian menyampaikan pendapat. Selain itu juga terkait dengan kemampuan hidup bermasyarakat. Kondisi ini dapat berkembang dengan adanya dukungan dari tri pusat pendidikan. Masing-masing unsur, yaitu orang tua, guru, dan masyarakat memiliki peran berbeda-beda.

Dukungan dari luar akan membuat seseorang berani dan yakin dalam menyampaikan pendapat, baik secara lisan maupun tulisan. Selain itu, akan mampu membuat seseorang tidak ragu untuk tampil di depan orang lain. Hal ini berkaitan erat dengan kehidupan bersosial. Tanpa adanya keberanian, bisa jadi seseorang tidak memiliki kemampuan mengutarakan apa yang menjadi isi kepalanya. Di sisi lain, seseorang tersebut sangat ingin, tetapi tidak memiliki keberanian, maka akan cenderung menjadi pemalu. Memiliki sifat malu justru bagus, tetapi berbeda halnya dengan pemalu yang mengarah ke rendah diri.

Oleh karena itu, sudah sewajarnya jika orang tua mulai menumbuhkan percaya diri. Demikian juga halnya dengan guru di sekolah. Upaya menumbuhkan karakter keberanian pada anak sebagai siswa bisa melalui keteladanan maupun pembiasaan. Keteladanan dan pembiasaan yang dilakukan pihak orang tua dan sekolah akan mendorong peserta didik memiliki keberanian di lingkungan keluarga dan sekolah. Tidak terkecuali lingkungan masyarakat sebagai salah satu bagian tri pusat pendidikan. Masyarakat juga turut bertanggung jawab dalam menumbuhkembangkan nilai ini.

Nilai Karakter Keberanian Pada Anak

Memberikan dorongan, bahwa anak memiliki kemampuan merupakan alternatif bagi orang tua untuk menumbuhkan keberanian anak. Selain itu memberikan pengarahan saat anak melakukan belajar aktivitas yang cukup ‘berisiko’. Melalui aktivitas sehari-hari tersebut orang tua bisa sekaligus menanamkan dan memberikan penguatan tentang arti penting karakter keberanian. Selain itu, pemahaman tentang keberanian bisa melalui media kreatif yang menarik. Contohnya, yaitu orang tua bisa mengenalkan karakter ini melalui buku cerita anak. Tentunya buku cerita anak yang memuat tentang karakter keberanian.

Selain orang tua, guru di sekolah juga memiliki peranan tak kalah penting. Guru yang kreatif juga bisa mencoba mengenalkannya lewat media tulisan. Contohnya adalah buku pengayaan fiksi, baik itu cerita anak maupun puisi. Memanfaatkan media yang relevan ini bisa pada saat proses pembelajaran berlangsung di sekolah. Bisa juga dilakukan di luar proses pembelajaran. Oleh karena itu untuk menumbuhkannya guru juga bisa melalui keteladanan maupun pembiasaan. Selain itu juga bisa melalui beragam tulisan. Salah satu contohnya adalah puisi darik.

Seperti halnya cerita anak, puisi darik sebagai genre baru juga bisa dibuat dari berbagai tema. Lebih lanjut lagi tema-tema tersebut bisa menyesuaikan dengan target sasaran. Di sisi lain, bagi anak usia dini dan pendidikan dasar, tema nilai karakter sangat relevan. Oleh karena itu, dengan menanamkan lewat puisi mereka akan belajar mengeksplorasi banyak nilai dalam karakter pendidikan. Selanjutnya lewat membaca mereka akan bisa menemukan makna. Salah satu contohnya adalah makna nilai keberanian sebagai karakter.

Berikut ini adalah contoh puisi darik tema nilai keberanian.

Contoh Darik Nilai Keberanian

Cobalah Percaya

Cobalah

Awalnya ragu
Semula takut

Ragu takkan berhasil
Takut akan kegagalan
Memilih untuk diam

Hingga waktu memutuskan berlalu
Mencoba melangkah tanpa lelah
Tetap takut takkan lanjut
Selalu ragu takkan maju

Kenapa harus merasa takut?
Berani akan lebih baik
Mengapa harus selalu ragu?
Yakin sesuatunya menjadi mungkin

Kuncinya mau mencoba
Kesalahan sudah biasa
Terbiasa akan bisa

Tetap mencoba
Singkirkan kendala

Percaya

Contoh Puisi Darik

Malu Mencoba

Duduk sendiri mengeja sepi
Pada keramaian pagi sekolahku
Beberapa berlari mengejar mimpi
Sebagian meloncat berusaha tepat

Sendiri mengumpulkan berani
Sekuat hati mengumpulkan
Sepenuh daya memperjuangkan

Tiada hasil
Aku terdiam

Malu

Mencoba

Perlahan pasti
Penuh dukungan

Aku langkahkan kaki
Beranjak menuju rerumputan
Mengulang berbagai gerakan

Menggema tepukan atas pencapaian
Senyum menghias generasi emas
Tak salah terus mencoba
Takut salah awal kegagalannya

Contoh-contoh puisi darik di atas adalah puisi tema keberanian. Selanjutnya untuk contoh-contoh lain, orang tua atau guru bisa mengembangkan sendiri sesuai kreativitas. Orang tua dan guru bisa mengajak anak untuk membaca kemudian meminta mereka menemukan makna puisi darik tersebut. Selanjutnya orang tua atau guru memberikan pemahaman lebih mendalam tentang makna yang tersirat dalam puisi terkait keberanian. Orang tua atau guru bisa memberikan penguatan tentang arti penting keberanian dalam kehidupan bermasyarakat. Lebih lanjut lagi, orang tua atau guru bisa memberikan bimbingan dan pendampingan kepada anak untuk membuat sendiri puisi darik tema keberanian. Proses pembelajaran yang pastinya akan lebih menyenangkan.

Baca Juga: Puisi Darik: Genre Baru Puisi yang Menarik

Salam Bloger Pembelajar

Sudomo
www.eigendomo.com

karakter gotong royong

Leave a Reply

Your email address will not be published.