Rinai hujan masih rintik membasuh malam gulita
Sesosok raga kecil terlelap dalam dekapan bunda
Terlena dalam dendang sebelum lelapnya
Terbuai mimpi membelah angkasa raya

”Aduh, aku dimana?”
Sejenak bimbang mengisi rongga dada
Merangkak perlahan dalam lorong gulana
Berusaha menggapai bintang tanpa pernah putus asa

Tangan mungil hendak menggapai bintang
Kaki merentang bintang tak berbilang
Pancarkan terang nan berbayang
Pasrahkan diri untuk segala aral menghadang

Kumandang adzan menyibak rinai hujan
Raga menggeliat diantara bisikan dan rayuan setan
Bergumul dengan hasrat tak tertahankan
Peperangan dalam kancah ruang impian

Mata kecil penuh asa mulai terbuka di awal pagi
Goyangkan raga bunda untuk meninggalkan batas mimpi
Memulai hari dengan ibadah suci
Untuk menggapai kasih Illahi

Leave a Reply

Your email address will not be published.