Kasih Sayang Kunci Kolaborasi

Kasih sayang bukan saja perkara kekasih, keluarga, sahabat, tetangga, gebetan atau seseorang yang tak pernah bisa dimiliki hingga akhir hayat. Bisa saja cakupannya lebih luas, yaitu sesama manusia dengan berbagai sifat. Bukan saja di lingkungan masyarakat, melainkan juga rekan sejawat. Rekan sejawat pun membutuhkan kasih sayang agar tercipta kolaborasi yang hangat. Kolaborasi hangat adalah salah satu kunci dalam menjaga semangat.

Semangat perubahan tidak bisa dilakukan sendirian. Bersama-sama segalanya akan lebih dimudahkan. Terlebih dengan kasih sayang sebagai upaya pendekatan. Sedikit demi sedikit akan luluh kemudian tergerak untuk mengikuti yang telah digaungkan. Salah satunya adalah Program Pendidikan Guru Penggerak (PGP) yang sedang di atas awan. Sebuah program yang membutuhkan sosialisasi secara masif agar berkelanjutan. Tentu didasari oleh keinginan sendiri tanpa paksaan.

Salah satunya adalah serangkaian sosialisasi yang menjadi program Komunitas Guru Penggerak Lombok Barat (KGP Lobar) ini. Program ini sejatinya adalah tugas dan tanggung jawab pemerintah di semua lini. Namun, KGP Lobar berinisiatif mendukung kegiatan ini. Tujuannya adalah selain menyebarluaskan nilai dan peran Guru penggerak melalui KGP Lobar, juga upaya turut melahirkan agen perubahan pendidikan masa kini.

Sebuah upaya yang dilakukan melalui kolaborasi KGP Lobar dengan berbagai pihak. Salah satunya adalah dengan PGRI cabang kecamatan dalam sosialisasi Pendidikan Guru Penggerak. Berbekal kasih sayang sebagai sesama manusia, setiap PGRI cabang kecamatan memfasilitasi kegiatan tanpa harus membuat anggaran organisasi membengkak.

Anggota KGP Lobar membuktikan kasih sayangnya kepada organisasi tempatnya bernaung dengan memberikan materi secara sukarela. Hal ini tentu memberikan manfaat positif bagi organisasi profesi ini ke depannya. PGRI kabupaten dan kecamatan tidak akan pernah kekurangan tenaga yang profesional di bidangnya. Hal ini karena memang anggota KGP Lobar bisa menjadi aset PGRI dalam meningkatkan kompetensi anggotanya.

Seperti halnya hari ini telah diselenggarakan Sosialisasi PGP Angkatan 6 di kecamatan Batulayar. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan semua sekolah di kecamatan Batulayar. Semua yang hadir bukanlah tidak ada yang dibayar. Semua murni karena kemauan untuk terus belajar. Sebuah niat yang harus dihargai dengan memberikan materi secara detail agar tidak kesasar. Informasi akurat tentang PGP serta tips dan trik lolos seleksi sebagai materi dasar.

Dengan antusias, peserta bertanya tentang apa yang diperoleh setelah mengikuti PGP ini. Peserta juga menanyakan perihal keberlanjutan program apabila berganti menteri. Satu per satu narasumber dari KGP Lobar pun menjawab sepenuh hati. Terkait apa yang diperoleh setelah mengikuti PGP, narasumber sepakat jawabannya adalah ilmu yang sangat berarti. Selain itu juga adanya perubahan dalam diri ke arah yang lebih baik lagi. Menjawab terkait keberlanjutan, narasumber menyampaikan bahwa keberlanjutan program kembali pada diri. Tidak ada kaitannya dengan pergantian menteri.

Berganti menteri sekalipun, program akan terus berkelanjutan. Hal ini tergantung pada upaya peningkatan kemampuan guru penggerak dalam melakukan perubahan. Sekecil apa pun asal dilandasi dengan kasih sayang kepada murid, dampak akan dirasakan. Artinya bahwa selama guru penggerak terus mengembangkan diri dan orang lain di komunitas sekolah dan masyarakat, maka akan ada jaminan keberlangsungan.

Dari uraian di atas, jelas bahwa kasih sayang merupakan salah satu dasar menciptakan kolaborasi. Bukan saja dengan organisasi profesi, melainkan juga dengan murid sebagai objek pendidikan yang harus disiapkan sebagai penerus kelak kemudian hari.

Leave a Reply

Your email address will not be published.