LMS Modul 1.2.a.3. Mulai dari Diri – Nilai dan Peran Guru Penggerak

Trapesium Usia

Momen Masa Sekolah

Sejatinya ingatan manusia terbatas. Tidak semua peristiwa bisa diingat kejadiannya dengan detail. Hanya bisa mengingat beberapa atau sebagian peristiwa saja. Peristiwa baik positif maupun negatif yang tetap teringat adalah peristiwa yang senantiasa membekas dalam ingatan. Selain itu, peristiwa masa lampau itu tetap terekam jelas karena seringkali tanpa sadar kita mengulang menceritakannya kepada orang lain termasuk murid untuk meningkatkan motivasi belajar mereka.

Kejadian positif yang saya alami merupakan salah satu bukti bahwa pada dasarnya setiap individu memiliki kemampuan untuk mengajar. Perbedaannya terletak pada kemauan untuk mengembangkannya atau tidak. Bagi individu pembelajar, mengasah kemampuan adalah kunci. Ingatan kejadian positif di masa lalu yang membekas bisa jadi merupakan cerminan diri individu saat ini. Bisa juga merupakan hasil belajar masa kini yang terlihat dari pengalaman masa lalu.

Kejadian negatif di masa lalu juga seringkali meninggalkan bekas. Ingatan sampai masa kini membuatnya menjadi bahan perbaikan. Pengalaman kegagalan di masa lalu bagi individu pembelajar juga penting. Hal ini akan membuat individu mau terus berusaha memperbaiki diri. Lalu bagaimana jika kejadian negatif merupakan akibat perlakuan guru di masa lalu? Tentu hal ini juga takkan lekang oleh waktu. Senantiasa membekas bahkan setelah sama-sama menjadi guru.

Ingatan individu terhadap guru di masa lalu tergantung bagaimana sosok guru itu berlaku.

Peran Guru

Peran guru sebenarnya berada di luar trapesium usia. Dalam artian, guru hanya sebagai pendukung dan penuntun saja. Pada peristiwa saya yang pertama, saya menangis kalah lomba padahal waktu itu saya sendiri yang mau ikut. Peran guru di sini tetaplah sebagai pendorong agar saya tidak menyesali kekalahan dan menjadikan kekalahan sebagai pijakan lebih baik ke depannya. Pada peristiwa kedua, bahkan secara langsung peran guru sama sekali tidak terlihat. Guru kelas saya waktu kelas 6 itu, almarhum Pak Karwaji, hanya sebatas memberikan arahan, dorongan, dan apresiasi saat kelompok saya mengerjakan tugas dengan baik. Selanjutnya kami sendiri yang mengatur diri kami dalam belajar kelompok.

Guru memiliki peran yang melekat dalam sebuah trapesium usia meskipun berada di luar. Seorang guru berperan dalam membentuk ingatan-ingatan pada diri murid. Oleh karena itu, sudah selayaknya guru mengoptimalkan perannya sebaik-baiknya. Tujuannya agar meninggalkan kesan positif pada diri murid di masa yang akan datang.

Nilai yang Dipercaya

Guru adalah penuntun yang kepadanya melekat nilai-nilai baik untuk diteladani dan mengarahkan keberhasilan dalam proses pembelajaran bagi murid. Bersama murid, seorang guru adalah pembelajar dengan nilai-nilai belajar bersama-sama dan sama-sama belajar. Belajar bersama memberikan arti proses pembelajaran yang berpusat pada murid yang akan mengenalkannya pada sebuah kondisi ideal pembelajaran bermakna.

Oleh karena itu, sebagai penuntun sudah seharusnya guru menempatkan diri sebagai tuntunan. Jika belum bisa menjadi tuntunan, setiap saat adalah waktu yang tepat untuk memperbaiki diri. Proses terus menerus yang akan menjadikan guru sebagai individu benar-benar bisa digugu dan ditiru.

Sudah layakkah kita?

Salam Bloger Pembelajar

Sudomo
www.eigendomo.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.