LMS Modul 1.3.a.3. Mulai dari Diri – Visi Guru Penggerak

Materi pertama modul 1.3. ini memiliki tujuan Calon Guru Penggerak (CGP) mampu merumuskan visi pribadi mengenai murid dan bagaimana sekolah yang berpihak pada murid di masa depan. Pada awal pembelajaran, CGP dihadapkan pada ingatan masa lalu tentang cita-cita masa kecil. Pada masa itu, seorang anak kecil menjawab dengan percaya diri terkait profesi. Padahal sejatinya bahkan belum tahu apa-apa tentang profesi yang ingin digelutinya.

Namun, setidaknya hal tersebut menunjukkan bahwa seorang anak kecil memiliki visi ke depan. Sebuah tujuan positif yang setiap CGP juga memilikinya. Tentang masa depan sesuai harapannya saat ini. Harapan yang dapat terwujud dari pemahaman tentang peran seorang guru penggerak. Implementasi peran tersebut pada akhirnya akan mengantarkan seorang guru penggerak mampu mewujudkan visinya.

Guna mewujudkan visinya tersebut, terlebih dahulu seorang CGP harus memiliki jawaban atas pertanyaan, “Apa arti penting visi bagi seorang guru penggerak?” Sebuah pertanyaan yang jawabannya ada dalam diri masing-masing individu. Setiap CGP pasti memiliki jawaban yang berbeda. Namun demikian setidaknya memberikan gambaran bahwa visi itu penting bagi seorang guru penggerak.

Arti penting visi bagi seorang guru penggerak terletak pada tujuan yang ingin dicapai terkait pembelajaran berpihak pada anak. Dengan memiliki visi ke depan, seorang CGP akan melangkah dengan terarah. Setidaknya CGP tahu harus menuju titik gerakannya saat ini. Dengan memfokuskan pada satu titik, akan mempermudah CGP menyusun dan mengeksekusi rencana perubahan positifnya. Dengan fokus pada satu titik tujuan berupa visi, juga akan membuat CGP berpikir cepat mencari jalan lain saat menemui kebuntuan. CGP juga sekaligus bisa belajar dari kegagalan mencapai tujuan melalui penggantian strategi yang tepat.

Sebagai seorang CGP, visi ke depan tentu harus berpihak pada murid. Selain itu, juga harus menyesuaikan dengan kodrat zaman anak. Tentunya dengan memperhatikan kekuatan dan potensi yang dimiliki murid saat ini. Pengenalan kekuatan dan potensi murid akan memudahkan seorang CGP dalam membentuk ekosistem pembelajaran yang mendukung tumbuh kembang mereka. Oleh karena itu visi guru penggerak hendaknya memiliki keterkaitan antara kodrat anak dengan peran sebagai guru penggerak dalam ekosistem pembelajaran.

Saya pribadi sebagai salah seorang CGP, memimpikan memiliki murid yang berkarakter dan berbudaya. Berkarakter dalam hal ini adalah memiliki profil pelajar Pancasila. Murid yang berkarakter Pancasila akan lebih mudah untuk mengikuti perkembangan zaman. Tentunya dengan tetap berpegangan pada nilai-nilai bangsa. Murid berkarakter Pancasila akan mendukung ekosistem pembelajaran yang lebih berpihak pada murid. Selain itu, impian lainnya adalah murid berbudaya. Keberadaan murid yang berbudaya akan membuat ekosistem pembelajaran menjadi lebih hidup. Selain itu juga akan penuh dengan hal-hal positif yang menyenangkan bagi murid.

Ke depannya saya juga mempunyai mimpi sekolah saya percaya murid adalah subjek pendidikan yang memiliki potensi beragam untuk dikembangkan sesuai kodrat alam dan zaman. Jika hal ini tercapai, maka pendidikan berpihak pada murid akan terwujud. Sekolah yang percaya dengan hal ini akan berkembang menjadi pusat pendidikan yang memahami kebutuhan murid dalam mengembangkan kekuatan dan potensinya. Karenanya saya juga bermimpi sekolah saya mengutamakan terbentuknya ekosistem pembelajaran berpusat pada murid sesuai kodratnya.

Murid di sekolah saya sadar betul bahwa untuk mencapai keberhasilan pendidikan mereka harus terlibat dan dilibatkan aktif dalam proses pembelajaran. Murid juga harus berusaha mandiri mengembangkan kekuatan dan potensi dirinya. Terlibat aktif dalam berbagai ruang-ruang kreatif yang ada di sekolah merupakan harapan besar.

Di sisi lain, saya juga memimpikan guru di sekolah saya yakin untuk melakukan perubahan positif dalam proses pembelajaran di kelas. Hal ini akan memacu guru untuk terus berbenah. Selain itu juga membuat guru mampu kreatif dan inovatif dalam menumbuhkan murid. Oleh karena itu kelak pada akhirnya guru di sekolah saya paham bahwa untuk melakukan perubahan positif harus dilakukan secara terus-menerus dan berkesinambungan.

Dari uraian di atas, saya menyusun visi guru penggerak, yaitu ‘Mewujudkan Murid Pembelajar yang Berkarakter dan Berbudaya dalam Ekosistem Pembelajaran Berpihak pada Murid’ seperti pada gambar berikut ini.

Demikian, semoga dengan kekuatan yang ada saat ini, akan memudahkan perubahan positif yang akan dilakukan.

Guru Bergerak, Indonesia Maju

Leave a Reply

Your email address will not be published.