LMS Modul 1.4.a.6. Refleksi Terbimbing merupakan kelanjutan dari sesi sebelumnya, yaitu Modul 1.4.a.5. Ruang Kolaborasi. Dalam sesi ini Calon Guru Penggerak (CGP) mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan dirinya dalam menerapkan budaya positif di kelas. Selain itu, CGP juga merumuskan hal yang perlu ditingkatkan dalam dirinya untuk dapat menerapkan budaya positif di kelas serta merencanakan penerapan budaya positif di kelas. 

Pada sesi ini CGP melakukan refleksi mengenai pemahaman diri tentang budaya positif di sekolah yang berpihak pada murid serta rencana penerapan budaya positif di kelas. Untuk melakukan refleksi, CGP menawab beberapa pertanyaan di bawah ini.

  1. Apa kekuatan dan kelemahan saya dalam menerapkan budaya positif di sekolah/kelas?
  2. Apa perubahan yang akan saya lakukan untuk dapat menerapkan budaya positif di sekolah/kelas?
  3. Apa langkah pertama yang ingin saya lakukan untuk menerapkan budaya positif di sekolah/kelas?
  4. Siapa sajakah yang dapat saya libatkan dalam perancangan dan pembentukan budaya positif di sekolah?

Berikut ini adalah contoh jawaban untuk pertanyaan-pertanyaan tersebut di atas.

Guna mempermudah implementasi budaya positif di sekolah/kelas, ada beberapa hal yang harus diperhatikan.

  1. Kekuatan yang dimiliki saat ini, yaitu keinginan kuat melakukan perubahan. Selain itu, kemampuan menjalin kerjasama dengan sejawat di sekolah merupakan kekuatan yang besar untuk melakukan perubahan. Memiliki jiwa kreatif dan inovatif juga merupakan kekuatan yang harus ditingkatkan. Sedangkan kelemahan yang ada yaitu terkait dengan naik turunnya semnagat dalam melakukan perubahan. Selain itu juga kurang mampunya dalam membagi diri utnuk banyak aktivitas perubahan.
  2. Perubahan yang akan saya lakukan yaitu terkait dengan pemahaman sebelumnya yang belum optimal dalam menjalankan kesepakatan kelas;
  3. Langkah pertama yaitu melakukan ujicoba pembuatan kesepakatan kelas pada saat tahun pelajaran baru;
  4. Yang dapat saya libatkan di antaranya, yaitu kepala sekolah selaku penentu kebijakan, rekan sejawat selaku partner dalam kolaborasi melakukan perubahan, dan murid sebagai subjek pembuatan kesepakatan kelas.

Demikian materi dan hasil penugasan dalam LMS Modul 1.4.a.6.Budaya Positif. Semoga bermanfaat bagi kita semua agar bisa menjadi sosok seorang guru penggerak dalam diri.

Menciptakan budaya positif di kelas merupakan hal efektif dalam upaya menumbuhkan pembiasaan baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published.