Pengelolaan Program Berdampak pada Murid

Nama Program

Peningkatan Kompetensi Kepemimpinan Murid Melalui Pengelolaan Kelas Berbasis Literasi Berdiferensiasi

Latar Belakang

Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) membuat kondisi kelas terlihat tidak terurus. Hal ini berdampak pada proses pembelajaran saat diterapkan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas. Saat PTM terbatas, kelas belum mendukung proses pembelajaran yang menyenangkan bagi murid. Hal ini membuat lingkungan kelas belum bisa bertumbuh dan berpusat pada murid. Oleh karena itu membutuhkan sentuhan dari murid selaku modal manusia untuk mengelola lingkungan kelas sebagai aset fisik dan lingkungan/alam. Dengan demikian akan terwujud kelas yang menyenangkan.

Selain melalui pengelolaan lingkungan kelas, pemasangan kesepakatan kelas, pengaturan buku bahan bacaan literasi, juga pengelolaan kepemimpinan murid dalam literasi membaca di kelas. Hal ini mengingat belum optimalnya program kepemimpinan murid yang ada di sekolah. Kepemimpinan di bidang literasi sangat sesuai dengan kondisi yang ada. Setidaknya ada kegiatan baik yang terlihat, yaitu adanya murid yang berinisiatif mengajak teman-teman sekelasnya untuk membaca.

Oleh karena itu, kondisi baik tersebut menjadi modal dalam pengelolaan program yang berdampak pada murid. Melalui pembentukan tim literasi kelas, murid bisa belajar mengorganisir kegiatan terkait literasi berdiferensiasi di kelas. Program ini akan diawali dengan pengelompokan jenis bahan bacaan oleh tim pelaksana kegiatan. Selanjutnya, ke depannya berdasarkan evaluasi akan terus dikembangkan. Banyak hal bisa terus dikembangkan. Misalnya, menduplikasi program ke tingkat komunal sekolah. Selanjutnya adalah peningkatan kompetensi kepemimpinan murid dalam literasi menulis berdiferensiasi. Sehingga pada akhirnya ini akan menjadi program yang berkelanjutan.

Tujuan Program

Meningkatkan kompetensi kepemimpinan murid melalui budaya positif membaca secara berdiferensiasi di dalam kelas

Tolok Ukur

  • Terbentuknya tim literasi kelas yang diwujudkan dalam bentuk Surat Keputusan Kepala Sekolah dengan murid selaku pelaksana, guru sebagai pengarah, dan kepala sekolah sebagai penanggung jawab;
  • Tersedianya beragam bahan bacaan di pojok-pojok kelas sesuai minat murid di kelas;
  • Tersedianya kesepakatan murid terkait pelaksanaan literasi berdiferensiasi di kelas;
  • Kegiatan literasi berdiferensiasi berjalan lancar dengan koordinator kegiatan sebagai pemimpin sesuai jadwal harian yang disepakati, baik durasi maupun waktu pelaksanaannya;
  • Adanya pelaksanaan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan oleh murid untuk murid dan dari murid kepada murid dengan melibatkan guru dan kepala sekolah;
  • Adanya pertemuan rutin mingguan tim literasi membahas kemajuan pelaksanaan literasi berdiferensiasi;
  • Tersedianya lembar monitoring dan evaluasi terkait catatan kemajuan membaca masing-masing murid;
  • Adanya dukungan dari orang tua dan komunitas dalam pelaksanaan kegiatan.

Linimasa Tindakan

B-uat Pertanyaan Utama (Minggu III Oktober)

Bagaimana menumbuhkan kepemimpinan melalui budaya positif membaca murid secara berdiferensiasi di kelas?

A-mbil Pelajaran (Minggu III Oktober)

Murid yang suka membaca mengajak beberapa teman-temannya ke perpustakaan

G-ali Mimpi (Minggu III Oktober)

  • Murid yang memiliki jiwa kepemimpinan dalam membaca adalah murid yang mampu menjadi teladan dan menggerakkan murid lain dalam kegiatan membaca;
  • Guru mempunyai kebiasaan membaca serta mengarahkan murid untuk rajin membaca;
  • Kepala sekolah mendukung jiwa  kepemimpinan dalam membaca murid dengan memberikan kepercayaan terhadap langkah perbaikan dan pengembangan guru dan murid;
  • Orang tua memotivasi untuk selalu menjadi pemimpin dalam membaca pada keluarga di rumah
  • Komunitas literasi sekitar sekolah memberikan dukungan dan terlibat dalam literasi membaca di sekolah;
  • Alumni memberikan kontribusi dalam kegiatan

J-abarkan Rencana (Minggu III Oktober)

  • Program ini dapat berjalan dengan baik dengan keterlibatan semua komunitas sekolah, seperti kepala sekolah sebagai penanggung jawab, para guru sebagai pengarah dan murid sebagai tim pelaksana (koordinator, penanggung jawab harian, penanggung jawab buku).
  • Murid yang menjadi  pelaksana kegiatan mempunyai kebebasan untuk membuat jadwal petugas harian siapa yang memimpin dan menyiapkan buku untuk kegiatan membaca sesuai petunjuk dan arahan dari guru/wali kelas.
  • Orang tua dan komunitas literasi sekitar memberikan dukungan dan motivasi.
  • Monitor dilakukan oleh murid kepada murid dan untuk murid sendiri. Evaluasi melibatkan guru/wali kelas, kepala sekolah, dan masyarakat/orang tua

A-tur Eksekusi (Minggu III Oktober – Minggu II November)

  • Melakukan koordinasi dengan Kepala Sekolah; (Minggu III Oktober)
  • Melakukan kolaborasi dengan sejawat dalam komunitas praktisi sekolah terutama wali kelas terkait rencana pelaksanaan program; (Minggu III Oktober)
  • Melakukan kolaborasi dengan komunitas literasi sekitar untuk terlibat dalam pelaksanaan program; (Minggu III Oktober)
  • Memberikan pembekalan awal kepada murid dalam satu kelas terkait arti penting literasi dan bentuk-bentuk kegiatan literasi yang bisa dilakukan; (Minggu III Oktober)
  • Menyampaikan gambaran keberhasilan kegiatan yang telah dilakukan komunitas lain; (Minggu III Oktober)
  • Menggali minat dan potensi murid untuk memimpin gerakan literasi berdiferensiasi di kelas contoh; (Minggu IV Oktober)
  • Melakukan pemetaan kebutuhan murid di kelas berdasarkan minat, yaitu agama, olahraga, fiksi, sains, keterampilan, dan sebagainya; (Minggu IV Oktober)
  • Melibatkan murid sebagai tim pelaksana program kegiatan literasi berdiferensiasi dan dewan guru sebagai pengarah dalam bentuk Surat Keputusan Tim Pelaksana. Struktur tim meliputi penanggung jawab, pengarah, koordinator utama, koordinator harian, dan koordinator penyiapan buku; (Minggu IV Oktober)
  • Melakukan pengambilan kesepakatan kelas terkait pelaksanaan pembiasaan membaca dalam literasi berdiferensiasi dalam bentuk pembagian jadwal piket tim pelaksana harian; (Minggu IV Oktober)
  • Melakukan kolaborasi dengan orang tua untuk memberikan dukungan kepada anaknya yang memiliki kompetensi kepemimpinan berupa pengadaan buku bacaan yang variatif dan dorongan kepada anaknya bahwa anaknya mampu melaksanakan tugas dengan baik; (Minggu I November)
  • Menyiapkan beberapa rak buku yang diletakkan di sudut-sudut kelas dengan masing-masing rak untuk satu jenis bahan bacaan sesuai minat murid di kelas; (Minggu I November)
  • Pelaksanaan literasi berdiferensiasi di kelas dipimpin ketua kelas selaku koordinator utama dan petugas jadwal harian selaku koordinator harian; (Minggu II November)
  • Monitoring oleh murid dilakukan selama proses literasi berdiferensiasi berlangsung (Minggu II November)
  • Evaluasi dilakukan murid setelah satu minggu pelaksanaan kegiatan; (Minggu III November)
  • Melakukan promosi hasil pelaksanaan program ke komunitas/masyarakat sekitar melalui media sosial milik sekolah; (Minggu IIII November)
  • Rapat rutin tim pelaksana dilakukan seminggu sekali. (Oktober – November)

Dukungan yang Dibutuhkan

  1. Dukungan kepala sekolah terkait izin pelaksanaan dan penyiapan Surat Keputusan bagi Tim Pelaksana Literasi Berdiferensiasi;
  2. Dukungan dari pihak sekolah terutama terkait pengadaan sarana dan prasarana berupa pengadaan rak buku atau meja kecil untuk tempat buku serta kertas kado, double tape, gunting, dan lain-lain;
  3. Dukungan dari sekolah terkait penyediaan buku bahan bacaan berbagai jenis;
  4. Dukungan dari sejawat dalam komunitas praktisi di sekolah untuk pelaksanaan literasi berdiferensiasi di kelas;
  5. Dukungan dari pihak murid untuk pengadaan kardus sebagai tempat menaruh buku sekaligus pengerjaan membentuk dan menghiasnya;
  6. Dukungan orang tua dalam memberikan dorongan kepada anaknya agar aktif mengikuti kegiatan literasi berdiferensiasi di kelas;
  7. Dukungan dari komunitas literasi sekitar untuk memberikan penguatan arti penting membaca sekaligus berbagi pengalaman membaca.

Leave a Reply

Your email address will not be published.