LMS Modul 3.3.a.7. Demonstrasi Kontekstual

Pengelolaan Program Berdampak pada Murid

Nama Program

Peningkatan Kompetensi Kepemimpinan Murid Melalui Pengelolaan Kelas Berbasis Literasi Berdiferensiasi

Tujuan Program

Meningkatkan kompetensi kepemimpinan murid melalui budaya positif membaca secara berdiferensiasi di dalam kelas

Tahap Pembuatan Program

B-uat Pertanyaan Utama

Bagaimana menumbuhkan kepemimpinan melalui budaya positif membaca murid secara berdiferensiasi di kelas?

A-mbil Pelajaran

Murid yang suka membaca mengajak beberapa teman-temannya ke perpustakaan

G-ali Mimpi

  • Murid yang memiliki jiwa kepemimpinan dalam membaca adalah murid yang mampu menjadi teladan dan menggerakkan murid lain dalam kegiatan membaca;
  • Guru mempunyai kebiasaan membaca serta mengarahkan murid untuk rajin membaca;
  • Kepala sekolah mendukung jiwa  kepemimpinan dalam membaca murid dengan memberikan kepercayaan terhadap langkah perbaikan dan pengembangan guru dan murid;
  • Orang tua memotivasi untuk selalu menjadi pemimpin dalam membaca pada keluarga di rumah
  • Komunitas literasi sekitar sekolah memberikan dukungan dan terlibat dalam literasi membaca di sekolah;
  • Alumni memberikan kontribusi dalam kegiatan

J-abarkan Rencana

  • Program ini dapat berjalan dengan baik dengan keterlibatan semua komunitas sekolah, seperti kepala sekolah sebagai penanggung jawab, para guru sebagai pengarah dan murid sebagai tim pelaksana (koordinator, penanggung jawab harian, penanggung jawab buku).
  • Murid yang menjadi  pelaksana kegiatan mempunyai kebebasan untuk membuat jadwal petugas harian siapa yang memimpin dan menyiapkan buku untuk kegiatan membaca sesuai petunjuk dan arahan dari guru/wali kelas.
  • Orang tua dan komunitas literasi sekitar memberikan dukungan dan motivasi.
  • Monitor dilakukan oleh murid kepada murid dan untuk murid sendiri. Evaluasi melibatkan guru/wali kelas, kepala sekolah, dan masyarakat/orang tua

A-tur Eksekusi

  • Penanggung Jawab: Kepala sekolah
  • Pengarah: guru
  • Koordinator kegiatan: Ketua kelas (Murid)
  • Penanggung Jawab kegiatan harian:  Murid 1 (sesuai jadwal) yang bertugas memastikan semua murid membaca dan mencatat proses selama kegiatan membaca berlangsung.
  • Penanggung Jawab sie penyiapan buku : Murid 2 (sesuai jadwal) yang bertugas menyiapkan buku bacaan dan memastikan semua murid mendapatkan buku, baik dari perpustakaan atau dibawa sendiri.
  • Laporan dibuat oleh Koordinator kegiatan. Koordinasi dilakukan dengan rapat internal tim seminggu sekali.
  • Hasil rapat internal dilaporkan kepada guru sebagai pengarah kegiatan. Evaluasi dapat dilakukan melalui rapat koordinasi dengan guru/wali kelas dan kepala sekolah

Tahap Monitoring, Evaluation, Learning, Reporting

Pertanyaan Kunci

  • Sejauh apa program yang telah berjalan sesuai dengan tujuan utama program?
  • Seberapa banyak hambatan yang ditemui selama pelaksanaan program ini? Mengapa terjadi demikian?

Fokus Monitoring

Bagaimana kegiatan literasi berdiferensiasi di kelas berjalan?

Pertimbangan Pemilihan

Untuk memastikan kegiatan berjalan dengan baik: murid mengikuti petunjuk ketua kelas

Pertanyaan Utama Monitoring

Bagaimana sikap murid di kelas terhadap ketua kelas saat dipandu melaksanakan literasi berdiferensiasi?

Metode Penggalian Data

Pertanyaan

  • Apakah ketua kelas sebagai pemimpin literasi berdiferensiasi dapat menjalankan perannya?
  • Bagaimana respons murid di kelas saat dipandu melakukan literasi berdiferensiasi oleh ketua kelasnya?
  • Bagaimana kemampuan  ketua kelas mengelola bahan bacaan yang ada?
  • Apakah bahan bacaan mengakomodir minat murid?

Sumber Informasi

Guru, Murid

Metode

Wawancara/Observasi

Kapan/Bagaimana

Selama proses program berjalan

Strategi Pengolahan Data

Pertanyaan Monitoring

Bagaimana pembagian peran dalam tim? Apakah semua orang dalam tim melaksanakan perannya dengan baik?

Data yang Terkumpul

Murid berkumpul bersama di lapak baca kelas sesuai minat masing-masing dan semua orang dalam tim melaksanakan perannya masing-masing dengan baik.

Kesimpulan

Kegiatan literasi berdiferensiasi berjalan lancar

Catatan Khusus, Pengecualian, dll

Pembelajaran Program

Faktor-Faktor Pendukung Pelaksanaan Program

  • Koordinasi tim yang baik
  • Tersedianya sarana dan prasarana yang mendukung
  • Ketersediaan bahan bacaan yang variatif

Faktor-Faktor Penghambat Pelaksanaan Program

Beberapa murid berkeliaran dari rak satu ke rak lainnya, sehingga mengganggu konsentrasi murid yang lain

Pembelajaran

Refleksi: untuk murid yang berkeliaran dipanggil kemudian diberikan pengarahan terkait minatnya

Pelaporan Program

Gambaran Umum Program

Gerakan Literasi Sekolah (GLS) merupakan sebuah gerakan dalam upaya menumbuhkan budi pekerti siswa yang bertujuan agar siswa memiliki budaya membaca dan menulis sehingga tercipta pembelajaran sepanjang hayat. GLS merupakan upaya menyeluruh yang melibatkan semua warga sekolah baik guru, peserta didik, orang tua/wali murid, dan masyarakat, sebagai bagian dari ekosistem pendidikan sehingga membutuhkan dukungan kolaboratif berbagai elemen.

Salah satu bentuk implementasi GLS ini adalah Program Literasi Berdiferensiasi. Program ini pada dasarnya sama dengan program literasi lainnya, yaitu berupa kegiatan 15 menit membaca. Perbedaannya terletak pada pembagian bahan bacaan berdasarkan minat murid. Tujuannya selain sebagai upaya diferensiasi proses, juga sekaligus memenuhi kebutuhan murid terhadap bacaan. Dengan adanya literasi berdiferensiasi, murid akan lebih senang karena bahan bacaan sesuai dengan minat mereka.

Dalam pelaksanaan berkolaborasi dengan urusan kurikulum, wali kelas, dan guru yang mengajar di kelas terkait pelaksanaan literasi berdiferensiasi di kelas. Program ini akan dijalankan sepenuhnya oleh murid di kelas. Struktur tim pelaksana program terdiri dari ketua kelas selaku koordinator tim. Koordinator akan dibantu penanggung jawab harian dan penyediaan buku sesuai jadwal yang disepakati. Penanggung jawab harian mememastikan semua murid membaca dan mencatat proses selama kegiatan membaca berlangsung. Penanggung jawab penyediaan buku bertugas menyiapkan buku bacaan dan memastikan semua murid mendapatkan buku, baik dari perpustakaan atau dibawa sendiri.

Ke depannya program ini akan dikembangkan ke arah diferensiasi produk. Diferensiasi tersebut diawali dengan pelatihan pemanfaatan blog bagi murid. Dengan memanfaatkan blog, murid bisa menuliskan hasil dari membacanya. Murid juga disiapkan pilihan lain menuliskan hasil baca secara manual dalam buku catatan khusus. Bisa juga dalam bentuk gambar sesuai minat masing-masing murid.

Deskripsi Pelaksanaan Program

  • Waktu Pelaksanaan: Oktober – November 2021
  • Strategi Pelaksanaan Program:
  • Melakukan koordinasi dengan Kepala Sekolah
  • Melibatkan murid sebagai pelaksana program kegiatan literasi berdiferensiasi. Dewan guru sebagai pengarah;
  • Memberikan pembekalan awal terhadap sekelompok murid yang memiliki minat di bidang literasi dan ketua kelas terkait arti penting literasi dan bentuk-bentuk kegiatan literasi yang bisa dilakukan;
  • Menyampaikan gambaran keberhasilan kegiatan yang telah dilakukan komunitas lain;
  • Menggali minat dan potensi murid untuk memimpin gerakan literasi berdiferensiasi di tingkat kelas contoh;
  • Melakukan kolaborasi dengan sejawat dalam komunitas praktisi sekolah terkait rencana pelaksanaan program;
  • Melakukan pemetaan kebutuhan murid di kelas berdasarkan minat, yaitu agama, olahraga, fiksi, sains, keterampilan, dan sebagainya;
  • Melakukan pengambilan kesepakatan kelas terkait pelaksanaan pembiasaan membaca dalam literasi berdiferensiasi;
  • Melakukan kolaborasi dengan orang tua untuk memberikan dukungan kepada anaknya yang memiliki kompetensi kepemimpinan berupa pengadaan buku bacaan yang variatif dan dorongan kepada anaknya bahwa anaknya mampu melaksanakan tugas dengan baik;
  • Melakukan kolaborasi dengan komunitas literasi sekitar untuk terlibat dalam pelaksanaan program;
  • Melakukan promosi pelaksanaan program ke komunitas/masyarakat sekitar melalui media sosial milik sekolah;
  • Menyiapkan beberapa rak buku yang diletakkan di sudut-sudut kelas dengan masing-masing rak untuk satu jenis bahan bacaan sesuai minat murid di kelas
  • Faktor Pendukung dan Penghambat Program:
  • Faktor Pendukung
  1. Koordinasi tim yang kuat;
  2. Dukungan dari pihak sekolah terutama terkait pengadaan sarana dan prasarana berupa pengadaan rak buku;
  3. Dukungan orang tua dalam memberikan dorongan kepada anaknya untuk maju sebagai pemimpin;
  4. Jaringan dengan komunitas literasi yang memudahkan mendapatkan buku pengayaan dengan lebih bervariasi;
  5. Ketersediaan buku bacaan di perpustakaan yang beragam sehingga bisa dimanfaatkan sebagai bahan bacaan di kelas;
  6. Adanya perangkat komputer di sekolah yang bisa digunakan sebagai pengembangan program ke depannya.
  • Faktor Penghambat
  1. Literasi membaca di kalangan murid masih rendah. Hal ini membutuhkan waktu untuk mengenalkan pentingnya membaca dan menjadikannya sebagai budaya membutuhkan usaha lebih keras;
  2. Murid masih belum mampu memahami diri sendiri terkait minatnya pada jenis bacaan;
  3. Pembelajaran Tatap Muka Terbatas membuat guru harus lebih kreatif mengatur dan memanfaatkan waktu untuk kegiatan khusus literasi
  • Hasil Pelaksanaan Program:
  1. Murid aktif memimpin temannya dalam literasi berdiferensiasi mulai dari perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan pelaporan;
  2. Murid kelas contoh aktif membaca sesuai minat masing-masing pada waktu yang telah disepakati

Evaluasi Program:

Secara umum program berjalan dengan baik, sehingga tujuan dapat tercapai. Murid sebagai panitia dapat menjalankan tugas sesuai perannya masing-masing. Ketua kelas mampu menjadi pemimpin yang baik dalam pelaksanaan program literasi berdiferensiasi ini. Kerjasama tim sudah terjalin dengan baik. Komunikasi dan koordinasi dengan berbagai pihak terkait berjalan sesuai rencana. Hambatan-hambatan kecil dapat diselesaikan sehingga program dapat berjalan. Perlu perbaikan terutama pada penyediaan jumlah dan ketersediaan bahan bacaan agar lebih beragam. Membutuhkan dukungan dan kerjasama dengan komunitas baca di sekitar sekolah untuk aktif terlibat dalam kegiatan.

Pembelajaran Program:

Dalam pelaksanaan program pelibatan orang tua dan komunitas sekitar masih sebatas tahap perencanaan. Perlu adanya pendekatan sehingga orang tua dan komunitas sekitar dapat terlibat secara penuh selama proses berlangsungnya program.

Leave a Reply

Your email address will not be published.