Lokakarya 1 Calon Guru Penggerak Angkatan 2

Lombok Barat – Sebanyak 70 orang Calon Guru Penggerak (CGP) dari Lombok Barat mengikuti Lokakarya 1 pada Sabtu (29/5). Dalam lokakarya tersebut, panitia dari PPPPTK PKn dan IPS membagi peserta menjadi lima kelas. Bertempat di Hotel Aruna Senggigi, panitia lokakarya menyiapkan agenda berupa pengembangan diri CGP. Selain itu, dalam lokakarya selama sehari tersebut, pendamping praktik memfasilitasi jalannya lokakarya.

Dalam lokakarya tersebut pendamping praktik memantapkan penguasaan CGP terkait pengembangan diri. Di antaranya, yaitu Pengembangan Diri, Pengenalan Kompetensi, Posisi Diri, dan Pembuatan Rencana Pengembangan Diri Guru Penggerak. Sejak pukul 08.00 Wita, peserta aktif mengikuti semua sesi yang ada. Tidak terkecuali kelas Lobar 5.

Logo CGP Lobar 5

Kelas beranggotakan sebelas orang CGP tersebut terasa hidup oleh diskusi sepanjang pelaksanaannya. CGP banyak memperoleh hal baru dari belajar bersama. Melalui metode yang menyenangkan semua peserta terlibat dalam prosesnya.

Pelaksanaan Lokakarya 1

Pada sesi Pengembangan Diri, ada hal menarik yang muncul. Hal tersebut adalah adanya persamaan dan perbedaan kemampuan ideal Guru Penggerak dengan saat ini. Secara mandiri CGP menuliskan kompetensi ideal Guru Penggerak dan saat ini. Selanjutnya dari hasil diskusi kelas menunjukkan bahwa perbedaan tersebut tidak berarti CGP belum siap untuk menjadi seorang Guru Penggerak. Namun, lebih pada pemahaman bahwa CGP masih harus belajar lebih banyak lagi mengembangkan dirinya.

Diskusi Kelompok Sesi Kompetensi Guru Penggerak

Sementara pada sesi Pengenalan Kompetensi Guru Penggerak, hal menarik muncul dari berbagi cerita. Lewat aktivitas secara kelompok ini CGP memperoleh gambaran kompetensi dari CGP lain. Selain itu, ada kendala yang dihadapi CGP terkait perbedaan kemudahan dalam melakukan kolaborasi dengan sejawat. Kunci mengatasinya adalah meningkatkan kemampuan CGP dalam menunjukkan diri dalam bentuk karya dan prestasi.

Sedangkan pada sesi Posisi Diri, CGP melakukan evaluasi diri. Pada sesi ini secara jujur CGP menggali diri terkait kemampuan. Dari pengisian ceklis secara mandiri CGP memahami seperti apa kemampuannya saat ini. Dari evaluasi diri tersebut, CGP pun memperoleh gambaran tentang upaya meningkatkan kemampuan yang belum ada saat ini.

Lokakarya 1
Berbagi Cerita Rencana Pengembangan Diri CGP setelah Lokakarya 1

Sesi Pembuatan Rencana Pengembangan Diri CGP juga tidak kalah serunya. Dalam dua kelompok besar, masing-masing menceritakan rencananya. Poin penting dalam sesi ini adalah dalam penyusunan rencana hendaknya tidak terlalu banyak menyesuaikan dengan kemampuan yang ada. Hal ini erat kaitannya dengan ketercapaian rencana yang telah disusun.

Penutup

Pada akhir kegiatan, pendamping praktik selaku narasumber lokakarya mengajak peserta melakukan refleksi. Hasil utama dari refleksi adalah bahwa CGP mampu memahami pentingnya mengembangkan diri. Selain itu, CGP mampu menjelaskan penerapan Kompetensi Guru Penggerak dalam menjalankan peran sebagai pemimpin pembelajaran. Tidak lupa juga, CGP mampu mengidentifikasi posisi diri dan menjelaskan rencana pengembangan diri.

Lokakarya 1 Calon Guru Penggerak

Ada harapan setelah lokakarya 1 ini, CGP akan terus mampu mengembangkan diri untuk mencapai kompetensi Guru Penggerak.

Mengembangkan diri membutuhkan proses, termasuk upaya meningkatkan kompetensi diri sebagai guru penggerak

Leave a Reply

Your email address will not be published.