Lomba Blog PGRI: Peserta Wajib Tahu!

Bulan Februari 2021 menghadirkan tantangan tersendiri. Terlebih hadirnya Lomba Blog PGRI (selengkapnya di sini) dengan tema ‘Menulis di Blog Jadi Buku‘. Betapa tidak. Selama 28 hari harus bisa konsisten menulis di blog pribadi dan Yayasan Pusaka Tamrin Dahlan (YPTD), penyedia layanan penerbitan buku ber-ISBN gratis. Agar bisa menulis secara konsisten tentu membutuhkan kerangka tulisan. Di samping itu juga memerlukan komitmen menuntaskannya. Selain itu juga dibutuhkan berbagai persiapan lainnya.

lomba blog pgri

Persiapan Mengikuti Lomba Blog PGRI

Mengingat tujuan akhir dari lomba blog PGRI ini adalah menerbitkan buku, maka harus mempersiapkan diri. Lantas harus mempersiapkan apa saja? Berikut ini adalah hal-hal penunjang kelancaran menulis selama satu bulan.

lomba blog pgri

Komitmen Diri Ikut Lomba Blog PGRI

Agar bisa konsisten membutuhkan komitmen untuk menyelesaikan tantangan. Tanpa adanya komitmen kemungkinan kecil naskah bisa selesai. Bahkan bisa saja tidak akan pernah selesai. Komitmen yang kuat akan melahirkan semangat menulis. Semangat menulis pada akhirnya akan berimplikasi pada menyelesaikan tulisan.

Komitmen diri juga berkaitan dengan disiplin dalam menulis. Disiplin menulis setiap hari termasuk di dalamnya adalah pemilihan waktu paling enak untuk menulis. Sekaligus juga membangun suasana nyaman saat menulis. Jika terpenuhi, setidaknya sudah ada sebagian jaminan sukses menyelesaikan naskah buku selama sebulan.

Cara efektif menanamkan komitmen diri adalah dengan tidak berpegang pada ‘kemenangan hasil konsisten menulis‘. Berpeganglah pada prinsip, bahwa ‘konsisten menulis adalah kemenangan itu sendiri‘.

Lomba Blog PGRI

Menentukan Tema Besar Tulisan

Mengingat hasil akhir berupa buku yang terbit, maka menentukan tema adalah hal penting. Tanpa mempersiapkan tema buku di awal, bisa jadi akan gagal di tengah jalan. Hal ini disebabkan karena adanya kebingungan mau menulis apa lagi. Sebuah kondisi yang tidak menguntungkan.

Menentukan tema yang akan ditulis juga akan membuat buku lebih terstruktur. Namun, jika memang tujuan awal ingin menulis random juga tidak masalah. Hanya saja ini nantinya akan menyulitkan saat ‘menjual’ buku. Selain itu, juga akan mengakibatkan kebingungan untuk menemukan jawaban dari pertanyaan, “Bukumu tentang apa?”

Namun, konyol saja rasanya jika penulis bahkan tidak tahu tema bukunya sendiri. Bagaimana pembaca bisa menemukan jika penulisnya saja kesulitan?

Menentukan tema selain yang menjual bisa juga yang sesuai idealisme. Tergantung tujuan menerbitkan buku. Jika untuk tujuan komersial, memilih tema yang menjual adalah pilihan. Selain itu, untuk tujuan komersial bisa juga memilih tema yang ‘abadi’, misalnya tentang menumbuhkan karakter positif pada anak. Sedangkan jika hanya untuk keperluan tertentu, misalnya kenaikan pangkat, tema bisa disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.

Kunci cara mudah menentukan tema yaitu yang dekat di sekitar kita. Selain itu juga jika merasa menguasai dan menyukai, pilihlah sebagai tema besarnya. Hal ini akan membuat mudah saat menuliskannya hingga selesai.

Lomba Blog PGRI

Membuat Kerangka Tulisan

Kenapa harus membuatnya? Membuat kerangka tulisan sangat mendukung kelancaran menulis. Adanya kerangka tulisan akan membuat menulis menjadi lebih fokus. Arah dan tujuan pun akan semakin jelas.

Terlebih dalam hal menerbitkan buku. Membuat kerangka tulisan akan membuat tulisan lebih terstruktur. Kerangka tulisan sebagai rambu-rambu akan membuat menulis menjadi terarah. Dengan kata lain, tulisan tidak akan melebar ke mana-mana. Bisa-bisa malah tulisan tidak akan pernah selesai.

Membuat kerangka tulisan sama artinya dengan menjabarkan tema menjadi subtema. Keberadaan subtema-subtema akan mengerucutkan ide besar. Menulis pun akan menjadi semakin mudah dan menyenangkan. Pada akhirnya subtema-subtema inilah yang akan membangun tema besar dengan sendirinya.

Selain paparan di atas, kerangka tulisan bisa menghindarkan dari pergantian tema di tengah proses menulis. Meskipun sulit menghindari perubahan selama proses menulis, tetapi setidaknya perubahan itu tidak signifikan terhadap naskah secara keseluruhan. Kalaupun ada perubahan harapannya ke arah yang lebih baik dan tetap selaras dengan tema yang digarap.

Lomba Blog PGRI

Memperbanyak Referensi

Memperbanyak referensi bertujuan menemukan tulisan sejenis. Ini penting agar selaras dan bermakna. Terlebih jika kita tidak sedang menulis memoar. Jika kita menulis artikel, meskipun biasa referensi akan banyak membantu. Artikel kita akan lebih padat dan berisi dengan adanya referensi.

Referensi menulis bisa diperoleh dari berbagai sumber. Selain membaca tulisan sejenis yang sudah ada, mencari referensi lain juga mengasyikkan. Terlebih referensi yang sesuai dengan materi tulisan kita.

Mencari banyak referensi bukan saja monopoli saat menulis nonfiksi. Jenis tulisan fiksi pun tetap membutuhkan referensi agar tulisan lebih berisi.

Referensi bisa dari buku cetak maupun digital. Selain itu, juga bisa berasal dari internet. Bahkan referensi bisa diambil dari tayangan YouTube atau sumber lainnya. Menemukan referensi yang tepat adalah seni tersendiri dalam menulis.

Demikian empat hal penting agar sukses mengikuti Lomba Blog PGRI bulan Februari. Empat hal tersebut di atas tidaklah baku. Semua tergantung kepada kebiasaan masing-masing penulis. Kesimpulannya adalah, satu hal yang pasti bahwa, capaian terbaik bisa direncanakan lewat persiapan baik.

Semoga bermanfaat.

Baca Juga: Menumbuhkan Nilai dalam Pendidikan Karakter Melalui Darik

Salam Bloger Pembelajar,

Sudomo
www.eigendomo.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.