.:. Dia, Bukan Aku! .:.

⌣·̵̭̌✽̤̥̈̊·̵̭̌⌣

Sabtu senja, semesta basah oleh hujan seharian. Aroma tanah mengingatkanku pada harum tubuhmu. Mataku basah. Entah oleh air mata, ataukah sisa rinai hujan yang mencuri kecup lewat celah jendela.

Aku tersenyum mencibir di depan cermin. Mematut diri. Tetiba ada yang mengalir di permukaan cermin.

“Bukan! Itu bukan aku!”

Tanpa peduli, aku meninggalkan bayanganku tersedu. Saatnya tiba. Aku telah siap bertemu kamu, kekasihku.

Aku termangu di depan rumahmu. Tempat ternyaman melepas rinduku. Ragu melanda, saat kulihat orang lalu lalang. Tak satu pun yang kukenal.

Seketika aku terombang-ambing, tetapi kekuatan cinta mengalahkan segalanya. Aku masuk dan menemuimu. Kamu terlihat lebih cantik dari malam Minggu sebelumnya. Kujabat tanganmu, kali ini tanpa peluk cium. Air mataku mengalir saat kamu tersenyum padaku, di samping mempelai pria, suamimu; sahabatku.

⌣»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈♡̬̩̃̊‎_@momo_DM_♡̬̩̃̊‎✽̤̈·̵̭̌·̵̭̌«̶⌣

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.