Menanamkan Nilai Karakter Tanggung Jawab Lewat Darik

Tanggung jawab merupakan salah satu nilai dalam pendidikan karakter. Tanggung jawab dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) termasuk kelas kata nomina dan disimbolkan dengan huruf n. Menurut KBBI, tanggung jawab berarti keadaan wajib menanggung segala sesuatunya. Lebih lanjut, kalau terjadi apa-apa boleh dituntut, dipertanggungjawabkan, diperkarakan, dan sebagainya. Dalam konteks hukum, tanggung jawab berarti fungsi menerima pembebanan, sebagai akibat sikap pihak sendiri atau pihak lain.

Dari pengertian tersebut tanggung jawab menuntut kesadaran diri dalam menjalankan konsekuensi atas perbuatan. Sehingga menumbuhkan karakter ini akan menjadikan anak memiliki kesadaran diri berani menanggung segala sesuatu yang dikerjakannya. Namun, untuk menumbuhkan karakter tersebut membutuhkan proses yang kontinu. Tujuannya adalah untuk memberikan pemahaman secara menyeluruh terkait nilai tanggung jawab. Selain itu, anak juga membutuhkan sekitar untuk belajar memahami yang benar.

Nilai Karakter Tanggung Jawab

Anak sebagai generasi masa depan juga harus memiliki pemahaman tentang tanggung jawab sebagai nilai kodrati. Upaya memberikan pemahanan tersebut akan berhasil hanya jika orang dewasa di sekitar juga peduli. Bukan saja peduli terhadap lingkungan, tetapi juga terhadap usaha memberikan pemahaman terhadap anak.

Kepedulian orang dewasa di sekitar akan membuat anak berusaha melakukan hal yang sama. Keteladanan merupakan kunci pembuka kesadaran diri anak terhadap karakter tanggung jawab. Selain teladan, orang tua bisa mengajarkan anak secara langsung di rumah.

Oleh karena itu, sudah sewajarnya jika orang tua memberikan keteladanan peduli lingkungan. Demikian juga halnya dengan guru di sekolah. Sebagai orang dewasa memberikan contoh baik adalah kewajiban. Penting rasanya bercermin pada diri sendiri. Tujuannya agar tidak serta merta nenyalahkan anak apabila mereka tidak bisa bertanggung jawab.

Namun, bukan itu saja faktornya. Keteladanan saja masih belum cukup. Harus ada upaya menggerakkan anak menemukan kesadaran diri. Contohnya yaitu melalui pelibatan mereka secara langsung dalam upaya menumbuhkan rasa tanggung jawab. Hal-hal kecil bisa dilakukan secara bersama-sama. Anak-anak akan terbiasa hingga menjadikannya sebagai kebiasaan.

Nilai Karakter Tanggung Jawab Pada Anak

Pada anak usia dini, mengajaknya melakukan hal-hal sederhana bisa menjadi alternatif. Misalnya, dengan mengajak dan mengajarkan anak untuk membereskan mainan. Aktivitas lain misalnya, orang tua juga bisa mengajak anak melakukan apa yang diucapkan. Selain itu, orang tua juga bisa mengenalkan karakter ini melalui buku cerita anak.

Selain orang tua, guru di sekolah juga memiliki peranan penting. Guru bisa menanamkannya lewat aktivitas langsung, misalnya pembentukan pengurus kelas, penugasan mandiri, dan sebagainya. Guru yang kreatif juga bisa mencoba mengenalkannya lewat media tulisan. Contohnya adalah buku pengayaan fiksi, baik itu cerita anak maupun puisi. Memanfaatkan media yang relevan ini bisa pada saat jam belajar di sekolah. Oleh karena itu menumbuhkan nilai-nilai tersebut dapat melalui beragam tulisan. Salah satu contohnya adalah puisi darik.

Seperti halnya cerita anak, puisi darik sebagai genre baru juga bisa dibuat dari berbagai tema. Lebih lanjut lagi tema-tema tersebut bisa menyesuaikan dengan target sasaran. Di sisi lain, bagi anak usia dini dan pendidikan dasar, tema nilai karakter sangat relevan. Oleh karena itu, dengan menanamkan lewat puisi mereka akan belajar mengeksplorasi banyak nilai dalam karakter pendidikan. Selanjutnya lewat membaca mereka akan bisa menemukan makna. Salah satu contohnya adalah makna nilai tanggung jawab dalam pendidikan karakter.

Berikut ini adalah contoh puisi darik tema nilai tanggung jawab dalam pendidikan karakter.

Contoh Darik Nilai Tanggung Jawab (1)

karakter tanggung jawavb

Bagi Tugas

Keharusan

Menyelesaikan tugas
Sesuai kesepakatan

Apakah selalu mudah?
Rasanya tidak begitu
Sepertinya butuh perjuangan

Ada beda harus disamakan
Agar bersama bisa menuntaskan
Berdua mengerjakan satu tujuan
Inilah makna tanggung jawab

Pada waktunya telah ditentukan
Selesai sesuai yang ditetapkan
Untuk apa ini semua?
Kalau hanya kerja semata

Sama sekali bukan
Ini proses pembelajaran
Tentang tanggung jawab

Lewat penugasan
Selesai dikerjakan

Tuntas

Contoh Puisi Darik (2)

Harus Tuntas

Pagiku tersenyum ceria dikulum
Bunda bekerja aku bercanda
Dalam tarian melalaikan bagian
Dalam dendang membuyarkan tenang

Bunda melantunkan panggilan
Aku sibuk sendirian
Tertawa dalam kebahagiaan

Pintu diketuk
Sesaat terbuka

Peringatan

Berhenti

Bunda tersenyum
Aku tersipu

Beriringan menuju belakang
Masih dalam dendang
Lirih hingga tenang

Perlahan menarikan seloyang adonan
Tanpa canda agar terselesaikan
Akhirnya tuntas semua tugas
Penghargaan tiba tanpa disangka

Contoh-contoh puisi darik di atas adalah puisi tema tanggung jawab. Selanjutnya untuk contoh-contoh lain, orang tua atau guru bisa mengembangkan sendiri sesuai kreativitas. Di sisi lain, penulis juga masih membutuhkan masukan. Tujuannya adalah agar ke depannya bisa menghasilkan karya lebih baik. Selain itu, juga agar bisa terus mengasah kreativitas mengolah kata demi peningkatan kualitas pendidikan karakter anak. Contoh-contoh tersebut pastinya jauh dari kata sempurna. Kesimpulannya, mari saling menyempurnakan demi bersama-sama berjuang menanamkan karakter positif kepada anak sejak usia dini. Semoga dapat menjadi bahan referensi dalam menumbuhkan karakter tanggung jawab kepada anak. Juga sekaligus sebagai upaya mendukung pengembangan nilai dalam pendidikan karakter anak.

Baca Juga: Puisi Darik: Genre Baru Puisi yang Menarik

Salam Bloger Pembelajar

Sudomo
www.eigendomo.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.