Modul 1.3.a.10. Aksi Nyata Penerapan Inkuiri Apresiatif

Inkuiri apresiatif dapat menyuntikkan energi, harapan dan optimisme ketika kebutuhan untuk perubahan telah teridentifikasi.

Jon Townsin

Pada bagian ini Calon Guru Penggerak (CGP) akan melaksanakan tantangan untuk menjalankan model manajemen perubahan Inkuiri Apresiatif BAGJA secara nyata. Selanjutnya CGP dapat melatih kemampuan untuk menjalankan tahapan BAGJA untuk menghasilkan sebuah rekomendasi perubahan. Latihan menerapkan Inkuiri Apresiatif ini untuk mengidentifikasi potensi murid dan membuat strategi untuk menumbuhkannya.

Inkuiri Apresiatif (IA) merupakan pendekatan manajemen perubahan kolaboratif berbasis kekuatan. Mengingat basisnya adalah kekuatan, maka dalam IA yang pertama dilakukan adalah penyelarasan kekuatan yang ada. Hal ini dilakukan untuk mendukung perubahan positif yang diinginkan.

Perubahan positif dapat terjadi dengan adanya awalan yang positif. Awalan positif secara psikologis akan membawa ke arah yang lebih baik. Pertanyaan-pertanyaan positif merupakan pembuka permasalahan yang sedang dihadapi. Penyelesaian permasalahan sebagai akhir perubahan dapat terjadi dengan awal yang baik. 

Selain itu, hal penting lainnya adalah adanya upaya menerapkan manajemen perubahan dengan metode BAGJA(Buat pertanyaan, Ambil pelajaran, Gali mimpi, Jabarkan rencana, Atur eksekusi). Metode ini digunakan sebagai panduan dalam mewujudkan visi yang telah ditentukan. 

Dalam menjalankan peran sebagai guru penggerak kelak, informasi tentang IA dan metode BAGJA sangat penting. Hal ini karena terkait adanya perubahan positif. Perubahan positif tidak terjadi serta merta, karenanya tahap demi tahap harus dilakukan dengan tepat. Dengan mendalami informasi tahapan BAGJA, guru  penggerak dapat lebih mudah menjalankan perannya sebagai agen perubahan. 

Pertanyaan utama penyelidikan untuk menerapkan Inkuiri Apresiatif antara lain adalah: 

  • Hal baik apa yang dapat Anda temukan dari murid rata-rata ini dalam kegiatan belajar? 
  • Hal menarik apa yang dapat Anda pelajari dari respon, aktivitas, dan hasil belajar yang murid rata-rata ini?

Berikut ini adalah contoh tabel tahapan B-A-G-J-A sebagai dasar pertimbangan ketika merumuskan rekomendasi untuk mengenali serta menumbuhkan potensi murid-murid di sekolah. Prakarsa perubahan yang diambil adalah Strategi Pengembangan Kekuatan dan Potensi Murid Melalui Kesepakatan Tugas Mandiri.

Dari prakarsa perubahan yang disusun, berikut ini adalah produk yang dihasilkan dalam implementasi aksi nyata, yaitu berupa lembar kesepakatan bentuk, tenggat, cara pengumpulan, dan media pameran untuk tugas mandiri murid.

Demikian dan semoga memberikan inspirasi serta motivasi untuk melakukan yang lebih baik lagi.

Guru Bergerak, Indonesia Maju!

Leave a Reply

Your email address will not be published.