Naskah yang Mencari Jodohnya (Bagian 1)

Perkara jodoh memang rahasia-Nya. Ada yang mudah mendapatkan. Pun sebaliknya. Tugas kita adalah berusaha keras menemukannya.

Ini berlaku juga untuk naskah buku. Naskah buku yang telah selesai ditulis pun memiliki masalah yang sama. Dibutuhkan perjuangan untuk menemukan penerbit sebagai jodohnya. Tidak semua naskah cocok dengan penerbit. Pun sebaliknya.

Kejelian mencari dan menemukan jodoh mutlak diperlukan. Keberhasilan dan kegagalan adalah dua hal yang selalu bersandingan. Ada naskah yang dengan mudah menemukan jodoh. Namun, tidak jarang naskah yang susah payah menemukannya. Naskah buku yang sudah jadi saja masih kesulitan menemukan jodoh, apalagi yang masih di angan-angan dan belum dituliskan.

Tidak terkecuali beberapa naskah buku saya yang sudah jadi. Berikut beberapa naskah novel saya yang sedang mencari jodohnya:

  1. Kidung Gumi Sasak. Sebuah novel remaja dewasa yang mengisahkan perjalanan seorang gadis lulusan SMA dalam melestarikan budaya Sasak. Budaya itu adalah seni musik. Gadis bernama Baiq Ayu Mandalika ini memperjuangkan agar musik tradisional Lombok, cilokaq dapat tetap dilestarikan. Berbagai kendala berhasil dihadapinya bahkan akhirnya mengantarkannya pada seseorang yang telah menjaga hatinya. Naskah ini pernah saya ikutkan dalam Sayembara Novel Tulis Nusantara tahun 2013. Sampai saat ini novel ini juga masih menunggu dipinang setelah melewati banyak perbaikan. Meskipun telah diperjuangkan dengan banyak cara, tetapi jodoh baginya masih juga tanda tanya.
  2. Kidung Kinanti. Sebuah novel remaja dewasa yang saya ikutkan dalam sayembara Bulan Narasi yang diselenggarakan oleh penerbit Plot Point bekerjasama dengan nulisbuku.com tahun 2014. Novel yang saya tulis berdasarkan inspirasi dari lagu ini mendapat Juara III. Namun, karena yang mendapat hak penerbitan hanya Juara I, Kidung Kinanti harus berusaha menemukan jodohnya sendiri. Novel yang menceritakan kisah cinta diam-diam antara Arion dan Kinanti ini mengambil keindahan destinasi wisata Lombok sebagai latar tempat. Perjalanan Kidung Kinanti hingga saat ini masih dalam tahap menanti setelah melewati berbagai perbaikan. Banyak upaya telah saya lakukan hingga saat ini dengan menawarkan ke beberapa penerbit. Namun, belum ada satu pun yang berniat meminangnya.
  3. Kecimol. Novel anak-anak yang mengisahkan tentang perjuangan seorang anak SMP dalam melanjutkan grup musik milik ayahnya. Dalam grup musik pengiring arak-arakan pengantin bernama kecimol itu, dia bertugas sebagai gitaris. Banyak kendala dihadapinya termasuk dari orang-orang di sekitarnya. Berlatar kejadian musibah gempa bumi di Lombok, novel ini juga mengangkat upaya bertahan hidup masyarakatnya, termasuk keluarganya. Novel ini saya tulis tahun 2019 dan diikutkan dalam Sayembara Cerita Anak Dewan Kesenian Jakarta. Kegagalan di ajang tersebut membuat saya berusaha memperbaikinya. Usaha menemukan jodohnya pun sudah saya lakukan. Namun, belum ada yang berminat meminangnya sebagai jodohnya.
  4. Tim Pencari Pesawat Sederhana. Naskah bacaan anak untuk pembaca usia mahir SD – SMP ini mengisahkan tentang tiga sekawan yang melakukan perjalanan ke rumah kakek. Di rumah kakek mereka belajar tentang pesawat sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Naskah ini saya tulis tahun 2019 untuk Sayembara Penulisan Bahan Bacaan Literasi Jenjang Membaca Mahir Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat. Bersama sembilan naskah penulis lainnya, naskah ini berhasil menjadi 10 Naskah Terpilih dalam sayembara yang diselenggarakan oleh Kantor Bahasa NTB tersebut.

Ada yang bisa bantu saya menemukan jodoh mereka?

(bersambung)

Leave a Reply

Your email address will not be published.