0 17 min
 

 

 

“Mak… Perut Bapak kenapa rasanya kembung dan panas, ya?”

Obrolan singkat yang menjadi pembuka diskusi hangat dengan istri tercinta suatu malam. Dia mengira saya  makan terlalu cepat saat buka puasa. Padahal rasanya cara makan seperti biasanya. Menu dan porsi pun tidak ada perubahan. Bahkan secangkir kopi pahit pun seperti biasanya terhidang sebelum berangkat salat Tarawih jamaah di masjid. Iseng saya pun akhirnya browsing internet. Banyak artikel terkait dengan gangguan sistem pencernaan yang sedang saya alami saat itu. Sepasang mata pun tertuju pada satu istilah, dispepsia. 

Apa itu Dispepsia?

Dispepsia berasal dari bahasa Yunani, yaitu kata dys yang berarti buruk dan peptei yang artinya pencernaan. Waduh! Pencernaan buruk itu maksudnya bagaimana, sih? Oh jadi ternyata arti dispepsia adalah kondisi tidak nyaman pada perut yang disertai dengan gejala-gejala tertentu. Dispepsia ini merupakan sindrom sistem pencernaan yang sebenarnya dialami sejak 3 bulan terakhir dengan gejala awal 6 bulan sebelumnya. Oh pantas saja banyak yang belum ngeh kalau mengalami sindrom ini. Selain itu, masih banyak juga yang belum mengenal dengan baik upaya mengatasi sindrom ini.
Dispepsia merupakan tanda kekurangan enzim pencernaan dalam tubuh. Simak penjelasan lengkapnya di Channel Youtube New Enzyplex berikut ini!

Apa Saja, Sih, Penyebab Dispepsia?

Banyak penyebab yang memicu terjadinya dispepsia pada seseorang. Umumnya karena pola makan yang tidak sehat. Namun, ada juga penyebab lain yang berupa radang salah satu organ tubuh, yaitu kantong empedu. Berikut beberapa penyebab dispepsia yang sering terjadi:

1. Asam Lambung Naik

Naiknya asam lambung pada seseorang dipicu oleh beberapa hal. Salah satunya adalah jadwal makan yang tidak teratur. Hal ini akan menyebabkan lambung tidak cukup waktu dalam mencerna makanan. Makan secara teratur akan memberikan kesempatan lebih baik pada lambung untuk bekerja sesuai fungsinya. Penyebab lainnya adalah tidak mengontrol jumlah konsumsi makanan. Hal ini akan membuat lambung memproduksi asam yang lebih banyak. Penyebab lain yang sering menjadi pemicu adalah gaya hidup tidak sehat. Misalnya, merokok, minum alkohol, mengonsumsi makanan pedas dan asam, jarang berolahraga, dan lain-lain. Bisa, yuk, jaga pola makan sehatnya! 

 

2. Intoleransi Laktosa

Intoleransi laktosa diartikan sebagai gangguan pencernaan yang diakibatkan oleh tubuh tidak bisa mencerna laktosa. Laktosa yang terkandung di dalam susu, bagi penderita ini akan memicu gejala dispepsia. Di antaranya yaitu, perut mual, kembung, dan diare. Kondisi ini tentu tidak mengenakkan bagi yang menyukai minum susu. Pada saat hari kemenangan kondisi ini akan menyebabkan terbatas mengonsumsi makanan seperti biskuit, kue, kentang goreng siap saji, daging olahan, dan lain-lain. Wah! Tidak enak, kan, ya? 

3. Konsumsi Alkohol dan Kopi

Konsumsi alkohol akan menyebabkan iritasi pada lambung. Kerusakan bagian ini akan memicu timbulnya dispepsia. Sedangkan kafein dalam kopi memiliki karakteristik meningkatkan asam lambung. Jika asam lambung meningkat sudah bisa dipastikan menyebabkan dispepsia. Bisa jadi juga akan memperparah sindrom dispepsia yang sudah diidap sejak lama. Batasi minum kopi, yuk! 

4. Radang Kantong Empedu

Radang kantong empedu merupakan kondisi yang menimbulkan rasa nyeri. Kondisi terjadi jika terasa nyeri pada perut bagian bawah. Radang ini terjadi akibat dari adanya ulkus lambung. Baik-baik jaga lambung, ya! 
Waduh! Akhirnya sadar kalau ternyata salah satu penyebab dispepsia adalah mengonsumsi kopi. Pantas saja malam itu perut kembung dan terasa panas. Ternyata salah satu penyebabnya adalah kandungan kafein dalam kopi. Hmm…

Gejala Dispepsia itu Apa Saja, Sih?

Gejala dispepsia bersifat kompleks. Hal ini karena gejala datang secara berkelompok. Gejala yang datang bersamaan ini menyebabkan tidak adanya gejala yang bersifat dominan. Seseorang bisa saja mengalami beberapa gejala dalam waktu yang bersamaan. Misalnya, perut kembung dan terasa panas. Atau bisa juga perut kembung, mual, dada terasa terbakar (heart burn). Masing-masing memiliki kelompok gejala yang berbeda.
Berikut ini adalah gejala yang umum diderita:

1. Perut Kembung

Penderita dispepsia merasa perutnya seperti penuh. Kembung pada seseorang ini terjadi karena adanya penumpukan gas hasil fermentasi makanan di dalam perut yang tidak dapat dikeluarkan. Gas pun menjadi tertahan dan menyebabkan sensasi penuh dalam perut.

2. Sensasi Panas di Bagian Dada (Heartburn) 

Sensasi ini biasanya terjadi sesaat setelah selesai makan. Rasa panas dapat berlangsung selama beberapa jam. Rasa panas ini membuat dada seperti terbakar. Biasanya akan semakin terasa saat membungkuk atau berbaring.

3. Nyeri Ulu Hati

Sensasi ini membuat seseorang merasa Ulu hatinya sakit. Seseorang akan merasa seperti ditusuk-tusuk jarum. Jika dibiarkan rasa ini akan dapat menimbulkan penderitaan yang berkepanjangan.

4. Sering Beserdawa

Biasa dialami oleh seseorang yang makan terlalu kenyang atau sedang masuk angin. Serdawa pada penderita dispepsia biasanya menyertai nyeri ulu hati.

5. Sensasi Panas Perut

Gejala dispepsia tidak saja ditunjukkan dengan sensasi panas bagian dada saja, tetapi juga bagian perut. Sensasi ini membuat perut seperti terbakar. Hal ini membuat seseorang merasa tidak nyaman.

6. Sering Merasa Lapar

Buat yang merasakan hal seperti ini selama tiga bulan terakhir, harap hati-hati, ya. Bisa jadi ini adalah gejala awal dispepsia. Apalagi jika disertai munculnya gejala-gejala lain yang menyertai.

7. Nafsu Makan Menurun

Menurunnya nafsu makan bisa jadi disebabkan oleh adanya sensasi panas dan terbakar bagian dada dan perut. Terlihat jelas dari perbedaan porsi yang biasa dimakan. Bisa saja ini merupakan indikasi awal seseorang menderita dispepsia.

8. Perut Mual

Mual berarti ada rasa hendak muntah. Bisa saja dialami oleh seseorang yang kekenyangan atau perutnya kosong.

9. Cepat Kenyang

Nah jika mengalami gejala ini juga harus hati-hati, ya. Padahal baru makan sedikit, tetapi rasanya cepat kenyang. Perlu dicurigai sebagai pencernaan yang tidak beres, nih.

10. Muntah

Muntah juga termasuk gejala umum dari dispepsia, lho. Apalagi jika diawali dengan perasaan mual setelah makan. Meskipun ada kemungkinan indikasi penyakit lain, tetapi jika terjadi bersamaan gejala lain, bisa jadi ini gejala dispepsia.
Selain gejala tersebut di atas, masih ada gejala-gejala lainnya, yaitu keluarnya cairan dari lambung atau biasa disebut regurgitas dan menurunnya berat badan. Gejala-gejala tersebut bisa saja tidak semua dialami. Namun, beberapa gejala akan terlihat secara bersamaan.

Dispepsia Menyerang

Momen hari kemenangan seharusnya menjadi hal yang paling membahagiakan. Namun, tidak semua bisa merasakan hal tersebut. Gangguan terutama pada sistem pencernaan adalah salah satu penyebabnya. Terlebih saat hari kemenangan kadang sulit mengontrol nafsu makan. Banyak hidangan yang rasanya ingin dihabiskan. Hari kemenangan malah kadang dianggap sebagai ajang balas dendam.
Hayo ngaku siapa yang kayak gini?
Saya memilih mengangkat tangan. Selama menjalani puasa ramadan, banyak kebiasaan yang dikurangi. Salah satunya adalah tradisi minum kopi saat pagi dan siang hari. Berbeda halnya saat hari kemenangan, kopi pun akhirnya senantiasa kembali menjadi teman sejati.
Ngopi terus!

Kalimat itu sering didengar di rumah, tetapi tak jarang tidak diperhatikan. Demi kenikmatan, minum kopi pun kembali menjadi kebiasaan. Akhirnya apa? Akibatnya selama seharian silaturahmi ke keluarga, tetangga, dan kerabat pun justru menjadi kurang menyenangkan. Apalagi kalau bukan karena efek terlalu banyak mengonsumsi kopi.

Maklum saja di Lombok menyajikan kopi hitam kepada tamu adalah hal wajib. Selama sehari, semakin banyak rumah yang dikunjungi otomatis akan minum kopi berkali-kali. Bukan salah tuan rumah pastinya, dong. Ya bagaimana? Ini sudah menjadi semacam tradisi. Mau menolak, tidak enak. Kalau tidak menolak, perut yang menjadi tidak enak.

Bikinin kopi, ya, Bro?!

Kalimat yang rasanya tak asing lagi setiap melakukan silaturahmi di hari kemenangan. Terlebih jika yang kita kunjungi adalah kerabat yang tahu kalau kita suka minum kopi. Alhasil kopi pun menjadi bagian penting bagi seorang pencinta kopi di hari kemenangan ini. Kopi selain menjadi tradisi juga perekat silaturahmi.

Namun demikian, tidak semua perut pencinta kopi ramah terhadap kandungan kafein. Beberapa orang karena telah memiliki rekam medis sindrom dispepsia, pengaruhnya akan sangat terasa. Jika kelebihan kafein perut biasanya langsung terasa panas. Kejadian ini pun akhirnya terulang saat merayakan hari kemenangan.

Bergelas-gelas kopi sepanjang hari adalah penyebabnya. Perut kembung dan perih menjadi akibatnya. Hingga saat malam tiba, sensasi panas di perut semakin terasa. Akhirnya memutuskan untuk memberikan tubuh ruang dan kesempatan beristirahat.

Bapak sudah minum obat?

Pertanyaan sederhana, tetapi memiliki makna istimewa. Hal ini adalah bentuk perhatian dari pasangan. Dalam kondisi lemah, gelengan kepala adalah jawaban.

Mamak ambilin makan dan New Enzyplex, ya, Pak?

Tawaran yang terdengat sangat menggoda. Tawaran yang tanpa menunggu persetujuan langsung saja makanan disuapkan. Setelahnya obat disodorkan. Obat dispepsia dalam kemasan hijau itu pun tergambar jelas di kelopak mata. Berbagai pertanyaan pun muncul. Pertanyaan tentang apa merek obatnya, apa khasiatnya, kandungannya apa saja, dan aturan minumnya. Pertanyaan demi pertanyaan pun akhirnya menemukan jawaban. Jawaban ternyata tidak harus dari perkataan lisan, tetapi cukup langsung membuktikan.

Tidak butuh waktu lama bagi tubuh berinteraksi dengan obat yang masuk beberapa menit setelah makan itu. Perut kembung dan sensasi panas pun berangsur-angsur berkurang. Rintihan pun berubah menjadi senyum kemenangan. Nah bagi penikmat kopi penting juga menyediakan New Enzyplex di rumah. Untuk jaga-jaga saja, sih, kalau dispepsia kambuh.

Mengenal New Enzyplex, Yuk!

Dok. Pribadi

1. Deskripsi Obat

New Enzyplex merupakan obat yang mengandung banyak enzim yang membantu proses pencernaan. Enzim yang terkandung dalam obat ini memungkinkan enzim pencernaan tetap terkontrol dengan baik. Dengan demikian sistem pencernaan tidak lagi mengalami gangguan. Kecukupan jumlah enzim akan membuat pencernaan bekerja dengan semestinya. Artinya tidak akan ada lagi keluhan perut kembung dan rasa penuh dalam perut.

2. Komposisi

Komposisi utama New Enzyplex terdiri dari:
  1. Enzim pankreatin yang terdiri dari protease, amilase, dan lipase;
  2. Simethicone;
  3. Dioxycholic Acid; dan
  4. Vitamin B Kompleks.

3. Aturan Pakai

Mengonsumsi obat jenis ini bisa saat makan atau beberapa menit sesudah makan. Hal ini karena kandungan enzim dalam obat ini akan bekerja lebih optimal kalau ada makanan. Sedangkan dosis yang dianjurkan untuk jenis tablet adalah 1 – 2 tablet per hari.

4. Efek Samping

Sama halnya dengan obat lain umumnya memiliki efek samping tertentu. Efek samping obat tergantung pada masing-masing individu. Artinya hanya sebagian saja terutama yang mungkin terjadi adalah hipersensitivitas. Hipersensitivitas merupakan kondisi di mana sistem kekebalan tubuh bereaksi secara berlebihan terhadap benda atau zat tertentu.
Nah! Sekarang pasti sudah lebih paham terkait dispepsia dan hal-hal terkait lainnya, kan? Jika demikian berarti sudah siap menang melawan dispepsia di hari kemenangan, dong!

Menang Melawan Dispepsia

Pengobatan sindrom dispepsia disesuaikan dengan penyebabnya. Selain itu, juga disesuaikan dengan tingkat keparahan yang dirasakan penderita. Masing-masing penderita tentu mendapat perlakuan berbeda dalam pengobatannya.
Apa yang bisa dilakukan penderita sindrom dispepsia agar tidak kambuh?

Jawabannya adalah menerapkan pola makan dan gaya hidup sehat. Benar demikian, kan? Sebagian orang mungkin kesulitan menerapkannya. Namun, tenang saja! Sulit bukan berarti tidak bisa dilakukan. Sedikit demi sedikit melakukan perubahan diri akan jauh lebih baik dibandingkan tidak sama sekali. Namanya juga perubahan, semua membutuhkan proses. Tidak ada yang instan pastinya. Dicoba perlahan-lahan sampai akhirnya menjadi kebiasaan baik.

Gimana, sih, perubahan baik yang bisa membantu penderita sindrom dispepsia itu?

Banyak cara yang bisa dilakukan. Untuk bisa melakukan tentu haruslah diawali dengan niat dan komitmen diri untuk berubah. Ini penting karena tanpa adanya niat dan komitmen bisa-bisa kebiasaan baik putus di tengah jalan. Pasti tidak mau, dong, kalau itu sampai kejadian!

Berikut adalah perubahan yang bisa mulai untuk dilakukan agar bisa menang melawan dispepsia:

1. Memperbaiki Cara Makan

Zaman yang serba cepat menuntut seseorang melakukan sesuatu dengan cepat. Salah satunya adalah makan. Bisa jadi karena keburu waktu, sehingga selalu makan terburu-buru. Padahal itu merupakan salah satu penyebab kambuhnya dispepsia. Nah agar tidak kambuh, cobalah makan pelan-pelan dan sedikit demi sedikit hidangan lebaran yang disajikan. Usahakan mengunyah makanan secara sempurna. Tujuannya agar sistem pencernaan tidak bekerja terlalu keras mencerna makanan. Akibatnya bisa-bisa sistem pencernaan mengalami gangguan. Tidak mau ada kejadian seperti ini saat merayakan hari kemenangan, kan? 

2. Selektif terhadap Makanan

Usahakan mengubah pilihan saat mengonsumsi makanan saat menyantap hidangan lebaran. Memilih makanan atau minuman yang tidak memicu terjadinya dispepsia adalah keharusan. Terutama mengonsumsi makanan dan minuman yang memicu naiknya asam lambung. Sumber makanan tersebut di antaranya, yaitu makanan berlemak atau pedas, makanan olahan instan, minuman bersoda, mengandung kafein, dan alkohol. Sebisa mungkin hindari atau minimal batasi demi kesehatan. Bisa, kan? Pasti! 

3. Jaga Berat Badan Sehat

Menjaga berat badan adalah salah satu cara menjalani pola hidup sehat. Berat badan sehat bisa menjadi salah satu kunci tubuh tetap sehat. Jangan lupa menimbang setelah sebulan berpuasa dan juga lebaran. Tujuannya agar tahu naik atau turunnya berat badan. Banyak penelitian membuktikan, bahwa berat badan berlebih berisiko mengidap berbagai macam penyakit. Salah satunya adalah dispepsia. Berat badan berlebih dapat memengaruhi gerakan pada lambung. Pasti sudah tahu, dong, akibatnya apa! Betul sekali. Hal ini dapat menyebabkan rasa penuh dan tidak nyaman di perut. Yuk bisa, yuk! 

4. Olahraga

Aktivitas olahraga yang dilakukan secara teratur dapat memaksimalkan sistem metabolisme tubuh. Selain itu, juga dapat membantu kinerja sistem pencernaan. Olahraga teratur dipercaya dapat meningkatkan ketahanan tubuh. Termasuk saat hari lebaran. Sempatkan berolahraga walaupun hanya secukupnya. Bagi penderita sindrom dispepsia pemilihan jenis olahraga yang tepat. Tentu teknik gerakan dan posisi yang tidak menyebabkan tekanan berlebihan pada bagian perut. Ayo berolahraga!

5. Hindari Berbaring Setelah Makan

 

Kebiasaan ini dapat menyebabkan baiknya asam lambung. Apalagi saat lebaran masih terbawa suasana mengantuk saat puasa. Beuh! Rebahan saat sehabis makan saat lebaran rasanya bagaikan surga dunia. Namun, ingat, lho, ya! Berbaring setelah makan membuat tekanan pada lambung sehingga asam lambung rentan untuk naik ke kerongkongan. Hal ini akan mengakibatkan timbulnya sensasi panas di bagian dada. Selain itu, juga dapat menimbulkan dampak mulas pada perut. Jika berlangsung terus-menerus maka akan mengakibatkan dispepsia. Ayo hentikan kebiasaan rebahan setelah makan!

6. Mengelola Stres

Stres berkepanjangan menyebabkan peningkatan produksi asam lambung. Kejadian ini selanjutnya dapat memicu terjadinya dispepsia. Stres terhadap tekanan pekerjaan atau karir, anak rewel saat lebaran ataupun sebab lainnya dapat dikelola. Mengelola stres bisa dilakukan melalui metode relaksasi. Selain itu, mengelola stres juga bisa dilakukan dengan cara melakukan hobi atau hal lain yang disukai. Aktivitas menyenangkan ini akan membuat stres pada sesuatu bisa teralihkan. Saat lagi stres jangan lupa healing, ya!

7. Mengonsumsi Obat

 

Mengonsumsi obat pereda dispepsia terbukti mampu mengurangi risiko komplikasi. Selain itu, juga dapat mencegah timbulnya gejala-gejala dispepsia yang lain. Pemilihan obat haruslah bijak. Tidak sembarang obat cocok dengan tubuh seseorang. Pastikan obat yang dikonsumsi aman tanpa efek samping. Salah satunya adalah New Enzyplex
Mengapa harus New Enzyplex?
New Enzyplex adalah obat halal yang terbukti secara klinis mampu meredakan gejala dispepsia. Hal ini karena obat ini dapat meningkatkan enzim pencernaan dalam tubuh. Kandungan enzim amilase dan protease akan mempercepat hidrolisis (pemecahan) molekul makanan kompleks menjadi komponen penyusunannya. Misalnya, sukrosa yang terpecah menjadi glukosa dan fruktosa. Karena enzim-enzim tersebut bekerja maksimal saat ada makanan, maka disarankan mengonsumsi obat ini saat makan atau beberapa menit sesudah makan. Berlaku juga bagi penikmat kopi, nih. Jangan lupa memberikan jeda beberapa jam setelah minum kopi kemudian baru makan. Saat makan atau setelahnya dijamin dispepsia akan enggan mendekat lagi.
Perubahan pola hidup sehat seperti uraian di atas adalah kunci nyaman merayakan hari kemenangan. Tidak akan ada lagi ketakutan terserang dispepsia. Untuk berjaga-jaga jangan lupa bawa serta New Enzyplex saat melakukan kunjungan silaturahmi di hari kemenangan atau healing ke tempat wisata. Cara sederhana ini akan membuat hati lebih tenang saat menyantap hidangan yang beragam. Melalui pola yang akhirnya menjadi kebiasaan baik hidup sehat serta siap sedia New Enzyplex ini akan membuat bisa menang melawan dispepsia di hari kemenangan.
 
Referensi:
  1. Channel Youtube New Enzyplex https://www.youtube.com/channel/UCqkkWtJ9ondQ84E5nL4l4vw
  2. Kenali Penyakit Dispepsia https://www.ekahospital.com/id/media-detail/info-kesehatan/recognizing-dyspepsia-disease
  3. Dispepsia https://m.klikdokter.com/penyakit/dispepsia
  4. New Enzyplex 4 Tablet https://www.halodoc.com/obat-dan-vitamin/new-enzyplex-4-tablet

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.