Pentigraf – Pengalaman Pertama

Ini untuk pertama kalinya. Kakiku menjejak perlahan. Tak sama persis dengan yang diceritakan oleh Pak Guru memang. Aku kembali melangkah, meninggalkan teman-teman kelompokku jauh di belakang. Meniti setiap jengkal untuk merasakan sensasi dingin menusuk tulang. Ada hal aneh kurasakan. Alergi dinginku tidak kambuh. “Ah! Mungkin udara di sini lebih bersih.”

Impianku berhasil kuwujudkan hari ini. Menjelajah kutub utara bersama teman-teman dengan didampingi Pak Guru. Tatap mata tak pernah lepas pada butiran-butiran putih di dekat kakiku. Kulanjutkan perjalananku. Kali ini aku menemukan tumbuhan kecil berwarna hijau serupa lumut. Aku tersenyum lebar. Kutulis penemuanku dalam buku catatan.

Selanjutnya, aku tidak menemukan apa pun. Tak ada lagi tumbuhan. Apalagi binatang khas kutub utara. Aku tidak kecewa. Setidaknya ini adalah pengalaman berharga. Aku pun akhirnya memilih untuk menghentikan langkahku dan mundur kembali ke kelompokku. Berharap teman-temanku tidak merasakan hal yang sama denganku. Sungguh pengalaman pertama yang menyenangkan. “Cukup, Budi. Sekarang gantian teman kamu,” kata Pak Guru Geografiku yang kemudian menunjuk Iwan, teman sebangkuku, untuk menjelajah bagian bumi lain di peta dunia berukuran sangat besar itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published.