.:. Pernikahan (terlalu) Dini .:.

⌣·̵̭̌✽̤̥̈̊·̵̭̌⌣

Suatu malam di ruang tamu. Empat pasang mata sedang melakukan percakapan serius, tentang pernikahan. Mereka orang tuaku dan orang tua Sinta; rekan bisnis.

“Sepertinya mereka berdua sudah cocok. Iya kan, Pak?” Kudengar Ayah bicara.

“Iya, Pak. Saya juga setuju kalau kita besanan. Biar mereka yang meneruskan bisnis kita,” Ayah Sinta tak kalah antusias dengan rencana itu. Pun, dengan Ibuku dan Ibu Sinta. Mereka berdua juga tak menolak rencana itu.

Perbincangan hangat itu terus berlanjut, bahkan sudah sampai tahap pencarian tanggal baik. Tanpa pernah bertanya dulu padaku dan Sinta. Mereka yakin aku dan Sinta pasti menerima keputusan mereka.

Aku masih asyik di teras bersama Sinta; calon istriku, saat Ibu memanggilku dan Sinta untuk makan malam.

“Rama! Sinta! Ayo makan dulu. Sini Ibu suapin, Nak.”

⌣»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈♡̬̩̃̊‎ @momo_DM ♡̬̩̃̊‎✽̤̈·̵̭̌·̵̭̌«̶⌣

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.