Pertemuan Diskusi Virtual Calon Guru Penggerak

Lombok Barat – Sebanyak sebelas orang Calon Guru Penggerak (CGP) kabupaten Lombok Barat 7 mengikuti pertemuan diskusi virtual. Bertugas memfasilitasi pertemuan hari ini (16/4) adalah Ibu Kusumanung Utami dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Timur.

Sesuai kesepakatan pertemuan diskusi virtual melalui Google Meet itu seharusnya mulai pukul 13.00 WIB. Namun, adanya hambatan berupa jaringan, pertemuan baru bisa dimulai hampir satu jam kemudian. Setelah semua bisa bergabung fasilitator memulai pertemuan diskusi virtual. Dalam pertemuan diskusi ini CGP berlatih membangun kerangka berpikir kritis dan menyampaikan ide serta gagasan berdasarkan pemahaman terhadap pemikiran Ki Hadjar Dewantara (KHD).

Adapun tahapan pertemuan diskusi virtual, yaitu sebagai berikut:

  1. Paparan Fasilitator. Fasilitator mempresentasikan materi Pemikiran KHD. Tujuannya adalah untuk menguatkan pemahaman CGP Terkait materi yang telah dipelajari dalam modul 1.1.
  2. Penguatan Pertanyaan. Fasilitator memberikan penguatan terhadap pertanyaan-pertanyaan dari peserta. Dalam tahap ini juga dilaksanakan curah pendapat menggunakan jamboard.
  3. Diskusi Kelompok. Peserta pertemuan diskusi virtual dibagi menjadi dua kelompok kecil berdasarkan nomor urut. Diskusi kelompok menjawab tiga pertanyaan sebagai refleksi pemikiran KHD.
  4. Presentasi Kelompok. Masing-masing kelompok mempresentasikan hasil diskusi. Fasilitator memberikan kesempatan kepada kelompok lain untuk memberikan tanggapan.
  5. Penutup. Fasilitator menutup pertemuan diskusi.

Dari kegiatan pertemuan virtual CGP hari ini, saya menggarisbawahi beberapa hal sebagai berikut:

  1. Seluruh CGP antusias mengikuti jalannya pertemuan diskusi virtual hingga selesai. Hal ini terlihat dari waktu penutupan kegiatan yang molor hingga satu jam lebih dari jadwal.
  2. Seluruh CGP semakin memahami pemikiran KHD dan implementasi dalam proses pembelajaran dengan adanya penguatan dari fasilitator.
  3. Masih adanya kendala jaringan yang membuat salah seorang peserta kesulitan mengakses tautan pertemuan.
  4. Belum terlaksananya merdeka belajar bagi peserta. Hal ini terlihat dari belum adanya pemberian kebebasan dan melibatkan peserta untuk menentukan pembagian kelompok.

Demikian catatan hari ini terkait pertemuan diskusi virtual CGP. Semoga ke depannya pelaksanaan pertemuan diskusi virtual bisa berjalan lebih baik tanpa mengalami hambatan yang berarti.

Salam Bloger Pembelajar

Leave a Reply

Your email address will not be published.