#PuisiDarik – Pekat

Diktum Puisi Darik

  1. Puisi Darik terdiri dari sepuluh baris atau kelipatannya yang terbagi menjadi empat bait atau kelipatannya;
  2. Setiap bait memiliki jumlah kata dan baris yang sama dengan berpedoman pada format kunci yang telah ditentukan;
  3. Format kunci jumlah kata setiap bait adalah 4444 – 333 – 22 – 1. Merujuk pada format tersebut artinya bait pertama terdiri dari empat baris yang masing-masing terdiri dari empat kata. Demikian seterusnya hingga bait keempat terdiri dari satu baris yang terdiri dari satu kata;
  4. Format kunci bisa dimodifikasi menyesuaikan jumlah larik atau baris dalam puisi dengan tetap memperhatikan estetika penulisan dan format kunci Puisi Darik. Penulis bebas memodifikasinya menjadi 4444 – 333 – 22 – 1 – 1 – 22 – 333 – 4444. Bisa juga memodifikasi menjadi 1 – 22 – 333 – 4444 – 1 – 22 – 333 – 4444. Atau bisa juga mencoba memodifikasi bentuk lain dengan tetap memegang teguh format kunci;
  5. Puisi Darik memberikan kebebasan kepada penulis untuk mengeksplorasi berbagai tema puisi.

Baca Selengkapnya: Puisi Darik: Sebuah Genre Baru

Contoh Puisi Darik

Pekat

Pekat

Lelah berharap
Pada perjuangan

Menundukkan rintangan sendirian
Tanpa karib menguatkan
Pun hati menasbihkan

Pada diri yang lemah
Ada rasa kuat pengabdian
Pun asa perkasa pengorbanan
Mengais hikmah abadinya kebaikan

Dalam sendiri merenda keinginan
Mewujudkan kemajuan demi keberhasilan
Namun hanya ada tatap
Menduga-duga di balik kebaikan

Mengira semua semu
Atas nama kepalsuan
Pun mencari perhatian

Tidak, Sayang!
Bukan begitu

Ratapku

Lirih

Tidak terdengar
Hanya kelihatannya

Selebihnya terbiar sendirian
Seterusnya tersudut kesepian
Menunggu matinya harapan

Membunuhnya bukan perkara mudah
Sebab asa menyatu keseluruhan
Bersama niat dan ketulusan
Atas nama kewajiban pengabdian

Bagaimana? Tertarik untuk mencoba menuliskannya juga? Ayo menulis puisi Darik!

Mataram, 3 Desember 2021

Leave a Reply

Your email address will not be published.