Sama-sama belajar, belajar bersama-sama

Aktivitas blogwalking memberikan pengalaman tersendiri. Banyak hal baru bisa dipelajari. Mengunjungi banyak blog dengan berbagai warna menyajikan keindahan samudera kata.

Mencatat apa yang ditemukan tidak kalah menyenangkan. Ada ide untuk tulisan sekaligus menambah pengalaman dalam proses pembelajaran. Salah satu catatan hasil blogwalking ke blog peserta kelas menulis adalah penggunaan partikel pun.

Selama blogwalking tulisan resume pertemuan ke-5, saya menemukan banyak postingan yang belum tepat dalam menggunakan partikel pun. Kesalahan yang sering terjadi adalah penggunaan partikel pun yang digabung.

Bagaimana sih aturan penulisan partikel pun yang benar?

Simak penjelasan penggunaan partikel pun berikut ini!

Menurut PUEBI daring, Partikel pun ditulis terpisah dari kata yang mendahuluinya.

Misalnya:

  • Apa pun permasalahan yang muncul, dia dapat mengatasinya dengan bijaksana.
  • Jika kita hendak pulang tengah malam pun, kendaraan masih tersedia.
  • Jangankan dua kali, satu kali pun engkau belum pernah berkunjung ke rumahku.

Partikel pun yang merupakan unsur kata penghubung ditulis serangkai.

Misalnya:

  • Meskipun sibuk, dia dapat menyelesaikan tugas tepat pada waktunya.
  • Dia tetap bersemangat walaupun lelah.
  • Adapun penyebab kemacetan itu belum diketahui.
  • Bagaimanapun pekerjaan itu harus selesai minggu depan.

Dua belas kata pun sebagai unsure kata penghubung yang penulisannya digabung, yaitu:

Bagaimana cara mudah mengikuti aturan ini?

  • Memahami 12 kata pun yang penulisannya digabung karena merupakan unsur kata penghubung;
  • Membiasakan diri menulis kata pun sesuai aturan;
  • Memahami makna kata pun. Jika makna kata tersebut bisa berdiri sendiri berarti pun ditulis terpisah, misalnya bermakna juga, saja, meski, mengenali hal ini, dll.

Ayo belajar merasakan makna kata pun!

  1. Adapun yang harus disiapkan terlebih dahulu adalah niat.
  2. Ada pun tidak akan memengaruhi keadaan yang sedang terjadi.

Dari kedua contoh kalimat tersebut, apakah Anda bisa merasakan perbedaan maknanya?

Dari contoh nomor (1), penulisan kata pun digabung. Jika dipisah, maka pun tidak akan memiliki makna. Misalnya kita menulisnya dipisah dan menganggap pun bermakna saja. Kita coba memisah kata pun sehingga kalimatnya menjadi “Ada pun yang harus disiapkan adalah niat”. Sekarang kita ganti pun dengan salah satu makna, yaitu saja. Kalimat akan berubah menjadi “Ada saja yang harus disiapkan adalah niat”. Sekarang kita coba rasakan kalimat tersebut. Apakah terasa janggal? Jika iya, maka penulisan pun tidak boleh dipisah.

Pada contoh nomor (2), pun dipisah. Kita coba cari makna pun yang pas, misalnya meski. Sekarang kita coba ubah pun menjadi meski. Kalimatnya berubah menjadi “Meski ada tidak akan memengaruhi keadaan yang sedang terjadi”. Janggalkah? Jika tidak, maka pun ditulis terpisah.

Demikian tentang penulisan partikel pun. Semoga kita bisa menulis partikel pun yang benar sebagai sebuah kebiasaan baik.

Tabik.

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.