Refleksi Pengambilan Keputusan sebagai Pemimpin Pembelajaran

[et_pb_section fb_built=”1″ admin_label=”Blog Hero” _builder_version=”3.22″ use_background_color_gradient=”on” background_color_gradient_start=”rgba(114,114,255,0.24)” background_color_gradient_end=”#ffffff” background_blend=”multiply” custom_padding=”100px|0px|100px|0px” animation_style=”slide” animation_direction=”top” animation_intensity_slide=”2%” locked=”off” global_colors_info=”{}”][et_pb_row _builder_version=”3.25″ background_size=”initial” background_position=”top_left” background_repeat=”repeat” custom_margin=”|||” custom_padding=”27px|0px|27px|0px” hover_enabled=”0″ custom_width_px=”1280px” global_colors_info=”{}” sticky_enabled=”0″][et_pb_column type=”4_4″ _builder_version=”3.25″ custom_padding=”|||” global_colors_info=”{}” custom_padding__hover=”|||”][et_pb_text _builder_version=”4.10.6″ text_text_color=”#474ab6″ text_font_size=”16px” text_line_height=”1.9em” background_size=”initial” background_position=”top_left” background_repeat=”repeat” text_orientation=”center” max_width=”540px” module_alignment=”center” custom_margin=”|136px||-30px||” locked=”off” global_colors_info=”{}” custom_padding=”|0px||||”]

Education is the art of making man ethical.
Pendidikan adalah sebuah seni untuk membuat manusia menjadi berperilaku etis.
~ Georg Wilhelm Friedrich Hegel ~

Kutipan di atas memberikan makna bagi guru pembelajar, bahwa berperilaku etis merupakan salah satu hasil pendidikan. Perilaku ini merupakan produk pendidikan yang akan memberikan pengaruh besar terhadap kelangsungan proses pembelajaran bermartabat. Dengan belajar terkait etika, ke depannya akan semakin memahami implementasinya di lapangan. Pada akhirnya perilaku etis ini akan menjadi nilai dan budaya positif di sekolah. Termasuk di dalamnya terkait dengan proses pembelajaran berpihak pada murid.

Sebagai seorang guru, dilema etika dan bujukan moral merupakan hal-hal sangat dekat dalam keseharian. Dilema etika (Benar vs Benar), merupakan situasi yang terjadi ketika seseorang harus memilih antara dua pilihan yang secara moral benar, tetapi bertentangan. Sedangkan Bujukan Moral (Benar vs Salah), yaitu situasi ketika seseorang harus membuat keputusan antara benar atau salah.

Dalam perjalanan menjalankan tugas dan kegiatan pokok mengajar banyak kasus yang dihadapi. Kasus-kasus tersebut sejatinya merupakan contoh kasus pengambilan keputusan berbasis dilema etika. Bahkan sebagian kita sebagai guru tidak menyadari telah menerapkannya dalam banyak keputusan yang diambil. Terutama dalam menghadapi kasus yang terjadi dalam proses pembelajaran maupun di sekolah secara umum. Dalam pengambilan keputusan itu sendiri banyak nilai-nilai yang saling bertentangan.

Secara umum ada paradigma yang terjadi pada situasi dilema etika yang bisa dikategorikan seperti di bawah ini:

  1. Individu lawan masyarakat (individual vs community)
  2. Rasa keadilan lawan rasa kasihan (justice vs mercy)
  3. Kebenaran lawan kesetiaan (truth vs loyalty)
  4. Jangka pendek lawan jangka panjang (short term vs long term)

 Selain itu, dalam pengambilan keputusan yang dilakukan memegang 3 prinsip dalam dilema etika. Ketiga prinsip tersebut adalah sebagai berikut:

  1.  Berpikir Berbasis Hasil Akhir (Ends-Based Thinking). Dasar melakukan hal ini adalah melakukan atau mengambil keputusan demi kebaikan orang banyak
  2. Berpikir Berbasis Peraturan (Rule-Based Thinking). Dasar berpikir ini adalah menjunjung tinggi prinsip-prinsip/nilai-nilai yang berlaku, 
  3. Berpikir Berbasis Rasa Peduli (Care-Based Thinking). Dasar berpikir ini adalah melakukan apa yang Anda harapkan orang lain akan lakukan kepada diri kita sendiri.

Agar bisa melakukan pengambilan keputusan yang sesuai dengan paradigma dan prinsip dilema etika, maka harus memahami terkait langkah-langkah pengambilan dan pengujian keputusan. 

Berikut ini adalah 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan:

  1.  Apa nilai-nilai yang saling bertentangan dalam studi kasus tersebut?
  2. Siapa yang terlibat dalam situasi tersebut?
  3. Apa fakta-fakta yang relevan dengan situasi tersebut?
  4. Mari kita lakukan pengujian benar atau salah terhadap situasi tersebut.
    • Apakah ada aspek pelanggaran hukum dalam situasi tersebut? (Uji legal)
    • Apakah ada pelanggaran peraturan/kode etik profesi dalam kasus tersebut? (Uji regulasi)
    • Berdasarkan perasaan dan intuisi Anda, apakah ada yang salah dalam situasi ini? (Uji intuisi)
    • Apa yang anda rasakan bila keputusan Anda dipublikasikan di halaman depan koran? Apakah anda merasa nyaman?
    • Kira-kira, apa keputusan yang akan diambil oleh panutan/idola Anda dalam situasi ini?
    1. Jika situasinya adalah situasi dilema etika, paradigma mana yang terjadi pada situasi tersebut?
    2. Dari 3 prinsip penyelesaian dilema, prinsip mana yang akan dipakai
    3. Apakah ada sebuah penyelesaian yang kreatif dan  tidak terpikir sebelumnya untuk menyelesaikan masalah ini (Investigasi Opsi Trilemma)?
    4. Apa keputusan yang akan Anda ambil?
    5. Coba lihat lagi keputusan Anda dan refleksikan

     

Pengambilan keputusan seringkali mewarnai perjalanan seorang guru dalam upaya mencerdaskan anak bangsa. Keputusan yang diambil pun seharusnya menggunakan berbagai pertimbangan. Salah satu contohnya adalah adanya kasus seorang anak yang menuliskan kata tidak pantas pada lembar jawaban tugas luring. Merasa keberatan, guru bersangkutan menempeleng murid tanpa mau mendengar penjelasan murid. Murid memang akhirnya langsung meminta maaf. Namun dalam jangka panjang akan berdampak tidak baik bagi perkembangan psikologisnya. Hal ini ada benar vs benar dalam keputusan yang diambil oleh guru BK, yaitu berusaha memediasi keduanya dengan bantuan Kepala Sekolah. Di satu sisi, guru benar memberikan efek jera, murid pun benar karena jujur mengakui kesalahannya. Keputusan guru BK tersebut menggunakan paradigma jangka pendek dan jangka panjang bagi murid. Prinsip yang digunakan adalah berpikir berbasis rasa peduli. Langkah pengambilan keputusan yang diambil sudah tepat, karena sebenarnya masalahnya bisa diselesaikan secara kekeluargaan.

Saya pribadi pernah melakukannya. Perbedaan terletak pada langkah-langkah yang diambil. Sebelum mempelajari modul, pengambilan keputusan hanya mempertimbangkan dampak baiknya. Belum sampai tahap menerapkan 9 langkah secara konkret.

Dampak nyata setelah mempelajari berbagai contoh kasus, melakukan studi kasus, dan membaca materi adalah meningkatnya kesadaran diri bahwa selama ini belum menerapkan 9 langkah pengambilan keputusan yang benar. Ke depannya akan berupaya memadukan pengetahuan ini dengan nilai-nilai dan budaya yang dikembangkan di sekolah.

Sebagai individu, mempelajari modul  ini akan meningkatkan pemahaman pribadi dalam pengambilan keputusan pada berbagai aspek kehidupan individu maupun bermasyarakat. Sebagai seorang pemimpin pembelajaran akan bermanfaat dalam meminimalisir kritik terhadap keputusan pembelajaran yang dilakukan. 

Setelahnya, tentu berkoordinasi dengan Kepala Sekolah terkait materi. Selanjutnya mengembangkannya menjadi diskusi informal terkait kondidi faktual di sekolah. Selanjutnya akan menyebarluaskan pemahaman kepada sejawat. Salah satunya melalui pelibatan sejawat dalam berbagai aksi nyata terkait materi. Selain itu menjadikannya sebagai bahan diskusi dalam komunitas praktisi sekolah juga merupakan tindakan pengimbasan di lingkungan sekolah.

Selain konsep di atas, perlu juga dikaitkan antara dilema etika dengan pembelajaran sosial emosional. Bagaimanapun juga kompetensi sosial emosional berkaitan erat dengan pengambilan keputusan yang tepat.

[/et_pb_text][/et_pb_column][/et_pb_row][/et_pb_section][et_pb_section fb_built=”1″ admin_label=”Subscribe” _builder_version=”3.22″ use_background_color_gradient=”on” background_color_gradient_start=”#474ab6″ background_color_gradient_end=”#9271f6″ background_blend=”overlay” custom_padding=”100px|0px|200px|0px” global_colors_info=”{}”][et_pb_row _builder_version=”3.25″ background_size=”initial” background_position=”top_left” background_repeat=”repeat” custom_margin=”|||” animation_style=”zoom” animation_direction=”bottom” animation_intensity_zoom=”6%” locked=”off” global_colors_info=”{}”][et_pb_column type=”4_4″ _builder_version=”3.25″ custom_padding=”|||” global_colors_info=”{}” custom_padding__hover=”|||”][et_pb_text _builder_version=”3.27.4″ text_font=”||||||||” header_font=”||||||||” header_2_font=”|700|||||||” header_2_font_size=”36px” header_2_line_height=”1.3em” background_size=”initial” background_position=”top_left” background_repeat=”repeat” text_orientation=”center” background_layout=”dark” max_width=”530px” module_alignment=”center” custom_padding=”|||” locked=”off” global_colors_info=”{}” header_font_size__hover=”30px” header_font_size__hover_enabled=”30px” header_letter_spacing__hover=”0px” header_letter_spacing__hover_enabled=”0px” header_text_shadow_style__hover=”none” header_text_shadow_style__hover_enabled=”none” header_text_shadow_color__hover=”rgba(0,0,0,0.4)” header_text_shadow_color__hover_enabled=”rgba(0,0,0,0.4)”]

jangan ketinggalan

[/et_pb_text][et_pb_divider color=”#09e1c0″ divider_weight=”4px” disabled_on=”on|on|off” _builder_version=”3.19.3″ background_size=”initial” background_position=”top_left” background_repeat=”repeat” max_width=”40px” module_alignment=”center” custom_margin=”||10px|” animation_style=”zoom” animation_direction=”left” saved_tabs=”all” locked=”off” global_colors_info=”{}”][/et_pb_divider][et_pb_text _builder_version=”3.27.4″ text_text_color=”#d4ccff” text_font_size=”16px” text_line_height=”1.9em” text_orientation=”center” max_width=”540px” module_alignment=”center” locked=”off” global_colors_info=”{}”]

Dapatkan update terbaru web ini melalui surat elektronik

[/et_pb_text][/et_pb_column][/et_pb_row][et_pb_row column_structure=”1_4,1_2,1_4″ _builder_version=”3.25″ background_size=”initial” background_position=”top_left” background_repeat=”repeat” custom_padding=”0px|0px|27px|0px” global_colors_info=”{}”][et_pb_column type=”1_4″ _builder_version=”3.25″ custom_padding=”|||” global_colors_info=”{}” custom_padding__hover=”|||”][/et_pb_column][et_pb_column type=”1_2″ _builder_version=”3.25″ custom_padding=”|||” global_colors_info=”{}” custom_padding__hover=”|||”][et_pb_signup mailchimp_list=”MailChimp|03dac884f0″ name_field=”on” button_text=”Langganan” _builder_version=”4.10.6″ use_background_color=”off” custom_button=”on” button_text_size=”16px” button_text_color=”#ffffff” button_bg_color=”#09e1c0″ button_border_width=”10px” button_border_color=”#09e1c0″ button_border_radius=”100px” button_letter_spacing=”1px” button_font=”|on||on|” button_use_icon=”off” box_shadow_style_button=”preset1″ box_shadow_vertical_button=”10px” box_shadow_blur_button=”50px” box_shadow_spread_button=”5px” box_shadow_color_button=”rgba(9,225,192,0.3)” button_letter_spacing_hover=”0″ global_colors_info=”{}” button_text_size__hover_enabled=”off” button_text_size__hover=”null” button_one_text_size__hover_enabled=”off” button_one_text_size__hover=”null” button_two_text_size__hover_enabled=”off” button_two_text_size__hover=”null” button_text_color__hover_enabled=”off” button_text_color__hover=”null” button_one_text_color__hover_enabled=”off” button_one_text_color__hover=”null” button_two_text_color__hover_enabled=”off” button_two_text_color__hover=”null” button_border_width__hover_enabled=”off” button_border_width__hover=”null” button_one_border_width__hover_enabled=”off” button_one_border_width__hover=”null” button_two_border_width__hover_enabled=”off” button_two_border_width__hover=”null” button_border_color__hover_enabled=”off” button_border_color__hover=”null” button_one_border_color__hover_enabled=”off” button_one_border_color__hover=”null” button_two_border_color__hover_enabled=”off” button_two_border_color__hover=”null” button_border_radius__hover_enabled=”off” button_border_radius__hover=”null” button_one_border_radius__hover_enabled=”off” button_one_border_radius__hover=”null” button_two_border_radius__hover_enabled=”off” button_two_border_radius__hover=”null” button_letter_spacing__hover_enabled=”on” button_letter_spacing__hover=”0″ button_one_letter_spacing__hover_enabled=”off” button_one_letter_spacing__hover=”null” button_two_letter_spacing__hover_enabled=”off” button_two_letter_spacing__hover=”null” button_bg_color__hover_enabled=”off” button_bg_color__hover=”null” button_one_bg_color__hover_enabled=”off” button_one_bg_color__hover=”null” button_two_bg_color__hover_enabled=”off” button_two_bg_color__hover=”null”][/et_pb_signup][/et_pb_column][et_pb_column type=”1_4″ _builder_version=”3.25″ custom_padding=”|||” global_colors_info=”{}” custom_padding__hover=”|||”][/et_pb_column][/et_pb_row][/et_pb_section][et_pb_section fb_built=”1″ admin_label=”Footer” _builder_version=”3.22″ background_color=”#f7f8fc” custom_padding=”0px|0px|100px|0px” animation_style=”zoom” animation_direction=”bottom” animation_intensity_zoom=”6%” animation_starting_opacity=”100%” saved_tabs=”all” locked=”off” global_colors_info=”{}”][et_pb_row column_structure=”1_2,1_2″ _builder_version=”3.25″ background_size=”initial” background_position=”top_left” background_repeat=”repeat” custom_padding=”0px|0px|100px|0px” global_colors_info=”{}”][et_pb_column type=”1_2″ _builder_version=”3.25″ custom_padding=”|||” global_colors_info=”{}” custom_padding__hover=”|||”][et_pb_blurb title=”bujukan moral (Benar vs salah)” url=”#” image=”https://eigendomo.com/wp-content/uploads/2021/09/coding-icon_2.jpg” icon_placement=”left” image_max_width=”64px” content_max_width=”1100px” _builder_version=”4.10.6″ header_font=”|on|||” header_text_color=”#7272ff” header_line_height=”1.5em” body_text_color=”#8585bd” body_line_height=”1.9em” background_color=”#ffffff” custom_margin=”-80px|||” custom_padding=”30px|40px|30px|40px” animation_style=”zoom” animation_direction=”bottom” animation_intensity_zoom=”20%” animation_starting_opacity=”100%” box_shadow_style=”preset2″ box_shadow_horizontal=”0px” box_shadow_vertical=”0px” box_shadow_blur=”60px” box_shadow_color=”rgba(71,74,182,0.12)” locked=”off” global_colors_info=”{}”]

Adalah situasi ketika seseorang harus membuat keputusan antara benar atau salah..

[/et_pb_blurb][/et_pb_column][et_pb_column type=”1_2″ _builder_version=”3.25″ custom_padding=”|||” global_colors_info=”{}” custom_padding__hover=”|||”][et_pb_blurb title=”Dilema Etika (benar vs benar)” url=”#” image=”https://eigendomo.com/wp-content/uploads/2021/09/coding-icon_8.jpg” icon_placement=”left” image_max_width=”64px” content_max_width=”1100px” _builder_version=”4.10.6″ header_font=”|on|||” header_text_color=”#7272ff” header_line_height=”1.5em” body_text_color=”#8585bd” body_line_height=”1.9em” background_color=”#ffffff” custom_margin=”-80px|||” custom_margin_tablet=”0px|||” custom_margin_phone=”” custom_margin_last_edited=”on|phone” custom_padding=”30px|40px|30px|40px” animation_style=”zoom” animation_direction=”bottom” animation_delay=”100ms” animation_intensity_zoom=”20%” animation_starting_opacity=”100%” box_shadow_style=”preset2″ box_shadow_horizontal=”0px” box_shadow_vertical=”0px” box_shadow_blur=”60px” box_shadow_color=”rgba(71,74,182,0.12)” locked=”off” global_colors_info=”{}”]

Adalah situasi yang terjadi ketika seseorang harus memilih antara dua pilihan dimana kedua pilihan secara moral benar tapi bertentangan.

[/et_pb_blurb][/et_pb_column][/et_pb_row][/et_pb_section]

Leave a Reply

Your email address will not be published.