Refleksi Program Tindak Lanjut Pendidikan Guru Penggerak Aksi Literasi

Refleksi program bermanfaat sebagai evaluasi pelaksanaan. Refleksi setelah program dijalankan akan menjadi bahan masukan perbaikan ke depan. Termasuk di dalamnya adalah program tindak lanjut Pendidikan Guru Penggerak (PGP). Beberapa program yang telah dijalankan dapat dilaksanakan dengan baik. Meskipun belum optimal, tetapi setidaknya memberikan hasil positif bagi murid. Salah satunya adalah Aksi Literasi Berdiferensiasi.

Hasil langsung yang terlihat dari program kepemimpinan murid berbasis budaya positif ini adalah antusiasme murid dalam menemukan bahan bacaan sesuai keinginan. Hal ini setidaknya menjadi indikator meningkatnya minat murid untuk membaca. Selain itu, mulai tumbuhnya kepemimpinan murid yang bertindak sebagai ketua literasi kelas dalam memimpin murid lain untuk membaca. Bukan itu saja, melainkan masih ada lagi hasil langsung lain yang terlihat, yaitu murid serius dan antusias membaca buku hingga waktunya tuntas.

RTL Pendidikan Guru Penggerak

Beberapa hasil langsung di atas, tentu masih membutuhkan perbaikan demi tercapainya dampak yang diinginkan. Dampak yang diharapkan dari kegiatan tersebut adalah murid terbiasa membaca dan menjadi pemimpin literasi, baik di sekolah maupun di rumah. Perlahan, tetapi pasti dampak tersebut perlahan akan terlihat seiring perjalanan waktu. Kunci dari itu semua adalah konsistensi guru dalam mengarahkan murid untuk terus membaca dan menjadi pemimpin literasi.

“Nanti ke depannya akan terus dilakukan perbaikan. Dalam jangka waktu dekat adalah pelaksanaan Aksi Literasi bagi kelas VIII,” ungkap koordinator program, Denok Tri Nuladani dalam sebuah kesempatan.

Lebih lanjut Guru BP/BK SMP Negeri 3 Lingsar ini berharap mendapat masukan dari wali kelas untuk perbaikan. Salah satu upaya yang dilakukannya adalah dengan melakukan refleksi bersama guru penggerak di sekolah selaku pengarah program dan wali kelas melalui Whatsapp grup khusus.

“Banyak hal baik yang harus ditingkatkan dan kurang baik untuk diperbaiki dalam pelaksanaan program ini,” pungkasnya menutup perbincangan.

Belajar dari pelaksanaan kegiatan berikut ini adalah hasil refleksi pelaksanaan dari hasil diskusi dengan wali kelas VII SMP Negeri 3 Lingsar:

  1. Adanya masukan untuk mengganti kardus rak buku dengan kotak buah. Hal ini dengan pertimbangan selain memudahkan memindahkan buku juga terkait jaminan kualitas yang lebih kuat dan awet;
  2. Adanya penambahan koleksi buku bahan bacaan di kelas agar menjadi lebih beragam. Tujuannya agar murid memiliki lebih banyak pilihan judul buku yang ingin dibacanya;
  3. Koleksi buku hendaknya diutamakan jenis fiksi kekinian dengan harapan bisa menjadi pemancing minat murid dalam membaca;
  4. Buku jurnal pelaksanaan literasi telah diisi dengan baik sesuai petunjuk oleh ketua literasi kelas;
  5. Keterlibatan murid sebagai pelaksana kegiatan terutama peran ketua literasi sudah mulai terlihat sejak dari penyiapan buku bacaan sampai pada akhir pelaksanaan;
  6. Suasana kelas saat aksi literasi sangat kondusif yang ditandai dengan keseriusan murid dalam membaca.

Demikian hal baik yang harus ditingkatkan dan kurang baik yang akan diperbaiki pada pelaksanaan ke depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.