Pagi baru saja beranjak seiring bunyi bel tanda masuk kelas. Satu per satu murid memasuki kelas masing-masing, dengan tetap mematuhi standar protokol kesehatan. Setelahnya murid pun terlihat menekuni soal Ujian Akhir Semester. Setelah sekian lama, hari ini adalah pertama kalinya mereka mengikuti ujian semester secara luring. Dalam doa kemudahan bagi mereka, aku beranjak menuju ruangan. Kebetulan tidak ada jadwal mengawas ujian.

Aroma buku menguar saat aku membuka pintu ruangan lumayan luas itu. Ini memang bukan ruangan perpustakaan. Namun, di dalamnya juga merupakan pusat pengetahuan. Setidaknya bagiku yang setiap hari menjadi seorang pembelajar di dalamnya. Setelah meletakkan tas dan melepas jaket, aku menyimpan maskerku. Sesaat kemudian, cahaya layar komputer menerangi ruangan yang juga berfungsi sebagai dapur ide dan gagasan itu.

Sebelum menuangkan gagasan, aku memilih mengambil smartphone. Pesan demi pesan singgah di kelopak mataku. Satu pesan kulewatkan begitu saja. Demikian seterusnya hingga pesan kesekian. Mataku tertuju pada pesan dari nomor baru.

“Assalamu’alaikum, Mas.”

Bukan itu saja. Tepat di bawah kalimat sapaannya itu, aku menemukan tautan undangan grup Whatsapp. Tertulis dengan jelas, Narasumber Bedah Buku Ltr. Sebelum menekan tombol bergabung, aku memutuskan mengecek foto profilnya terlebih dahulu. Seraut wajah yang tak asing bagi retina mataku. Karib yang pernah bersama-sama berjuang, kurang lebih 19 tahun lalu. Seorang teman yang sekian lama tak pernah menyepakati kata jumpa.

“Walaikumsalam,” balasku singkat.

Tak menyangka, balasan itu pun berbuah panggilan masuk. Percakapan tentang banyak hal menjadi pembuka. Basa-basi turut serta mewarnai pagi yang sedikit mendung itu. Hingga akhirnya, tibalah pada inti pembicaraan. Sebuah permintaan yang tidak mungkin aku tolak. Permintaan itu tidak jauh-jauh dari apa yang kusukai dan kuasai. Permintaan itu terkait kesediaan menjadi narasumber dalam sebuah kegiatan literasi. Tepatnya adalah calon narasumber dalam bedah buku naskah literasi yang merupakan terjemahan bahasa daerah Sasak (Lombok).

Awalnya aku belum ada gambaran sama sekali terkait apa yang akan dilakukan. Namun, berkat penjelasan awal terkait kegiatan semua menjadi lebih gamblang. Sampai hari ini kegiatan masih sebatas kesediaan calon narasumber sampai tercapai sebanyak 14 orang. Hingga saat ini setidaknya sudah 12 orang memiliki waktu luang sesuai jadwal yang telah direncanakan, yaitu 15 dan 16 Desember 2021. Satu orang mengundurkan diri karena bentrok dengan jadwal pribadi calon narasumber. Selengkapnya akan disampaikan dalam pertemuan awal tim pada tanggal 3 Desember 2021.

Bagi saya, membedah sebuah buku bukanlah hal baru. Namun, tetap saja melahirkan sebuah pengalaman baru. Pengalaman bekerja sama dengan instansi dalam bidang literasi. Dalam hal ini adalah Kantor Bahasa Mataram. Sebuah kehormatan tentunya. Tahun-tahun sebelumnya, aku hanyalah seorang penggembira. Seorang pembelajar yang mengasah diri lewat kompetisi yang diselenggarakan oleh Kantor Bahasa Mataram. Namun, tahun ini yang nihil kompetisi menulis bahan bacaan literasi, aku mendapatkan kebaruan sebuah sensasi.

Sensasi berbeda ketika sebelumnya sekadar menulis, tetapi saat ini harus ‘menilai’ sebuah tulisan. Terkait uji dan evaluasi bahan bacaan sebagai tahap akhir sebelum masuk cetak dan pendistribusian. Tujuannya untuk mengukur tingkat keterbacaan, keterpahaman, kesesuaian, dan keberterimaannya sebagai bahan literasi untuk pendidikan dasar. Tentu bukan proses yang mudah. Namun, bukan berarti sulit untuk dilakukan. Kunci utama agar lancar adalah dengan belajar.

Masih banyak hal harus dipelajari. Banyak materi harus dikuatkan kembali. Beragam kompetensi harus ditingkatkan lagi. Berbagai ketajaman analisis harus diasah lagi. Tujuannya tentu agar bisa melaksanakan kepercayaan dengan baik sesuai tanggung jawab. Bukan saja bagi diri pribadi, tetapi keberlanjutan dan keberlangsungan budaya literasi.

Semoga dengan keterlibatan ini menjadi awal yang baik bagi lebih banyak kebaikan di masa yang akan datang. Dengan demikian sensasi manfaat berkecimpung dalam dunia literasi dapat benar-benar dirasakan.

Banyak cara turut serta dalam mengembangkan literasi. Terlibat dalam program terkait literasi adalah salah satunya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.