Tips Mengurutkan Naskah Kumpulan

Naskah buku yang urutannya tepat akan membuat pembaca betah membaca buku hingga tuntas. Pembaca akan terus tergoda untuk melanjutkan bacaannya. Dalam dunia perbukuan dikenal adanya kurva urutan naskah buku berupa kumpulan.

Berbeda dengan naskah buku utuh, misalnya novel atau buku panduan yang proses mengurutkannya lebih mudah. Hal ini disebabkan karena urutan proses dan kejadian sudah disusun sebelumnya dalam bentuk outline. Sedangkan naskah buku kumpulan membutuhkan urutan mempertimbangkan kualitas masing-masing bagian. Naskah buku kumpulan ini bisa berupa kumpulan puisi, cerpen, cerita pengalaman, resume materi kelas menulis, dan lain-lain.

Bagaimana Mengurutkannya?

Kunci proses mengurutkan naskah buku kumpulan adalah bagian awal, tengah, dan akhir. Bagian awal berguna untuk menarik minat pembaca melanjutkan bacaannya. Bagian tengah untuk menjaga mood baca. Sedangkan bagian akhir untuk memberikan kesan kuat terhadap buku secara keseluruhan.

Menentukan bagian kunci ini membutuhkan kemampuan dan kepekaan terhadap naskah. Yang harus dilakukan oleh penulis adalah memberikan penskoran murni terhadap masing-masing tulisan. Penskoran pada masing-masing tulisan menggunakan kriteria penilaian. Kriteria penilaian naskah bisa mengacu pada yang digunakan dalam lomba-lomba menulis sejenis.

Dari skor masing-masing bagian kumpulan, penulis bisa menentukan tiga naskah teratas untuk menjadi kunci awal, tengah, dan akhir. Tiga naskah teratas bebas akan diletakkan di posisi kunci mana saja. Semua tergantung kepekaan penulis. Penulis akan mengetahui tulisan mana yang bisa memancing penasaran, menjaga mood, dan memberikan kesan mendalam setelah membaca buku.

Namun, jika dirasa metode penskoran murni terlalu rumit, bisa dicoba langkah lain. Penulis bisa meminta beberapa orang untuk membaca naskah, kemudian meminta bantuan untuk mengurutkannya. Dasar mengurutkannya tentu kualitas masing-masing naskah. Masukan dari orang lain kemudian dikompilasi untuk menentukan urutan. Penskoran dilakukan secara terbalik. Misalnya, jika ada 20 tulisan, maka tulisan terbaik skornya 20. Demikian sampai tulisan paling bawah mendapat skor 1.

Beberapa orang pasti memiliki perbedaan pendapat terhadap tulisan. Lalu bagaimana menyimpulkan skor masing-masing tulisannya? Gampang. Tinggal merekap skor masing-masing kemudian mencari jumlah atau rata-rata. Jumlah atau rata-rata akhir adalah posisi urutan tulisan.

Seperti halnya urutan tulisan dengan metode penskoran murni, dari urutan jumlah atau nilai rata-rata dijadikan sebagai patokan dalam menentukan tulisan kunci awal, tengah, dan akhir.

Lalu bagaimana dengan naskah lainnya? Naskah lainnya tinggal menyesuaikan dengan kunci. Urutannya berpegangan pada kurva turun-naik dan dua naskah dengan skor terendah.

Sebagai contoh, misalnya kita memiliki 20 tulisan. Skor masing-masing tulisan adalah 1 sampai 20. Tiga tulisan dengan skor tertinggi, misalnya 18, 19, dan 20 diatur terlebih dahulu sebagai kunci awal, tengah, dan akhir. Tersisa tulisan dengan skor 1 sampai 17. Kelompokkan skor tersebut menjadi empat, yaitu kelompok satu (14, 15, 16, dan 17), kelompok dua (10, 11, 12, dan 13), kelompok tiga (6, 7, 8, dan 9), kelompok empat (1, 2, 3, 4, dan 5).

Jika kunci awal adalah tulisan dengan skor 18, maka tulisan selanjutnya bisa dipilih tulisan dari kelompok satu, yaitu tulisan dengan skor 15. Sedangkan jika kunci tengah adalah tulisan dengan skor 19, kita bisa memilih tulisan dengan skor 14 sebagai tulisan sebelum dan skor 16 sebagai tulisan lanjutan. Jika kunci akhir adalah 20, maka tulisan sebelumnya adalah yang memiliki skor 17.

Sekarang kita sudah memiliki urutan tulisan yang memiliki skor 18 – 15 – … – 14 – 19 – 16 – … – 17 – 20. Masih ada tulisan dengan skor 1 sampai 13. Selanjutnya dengan langkah yang sama, ambil tulisan dengan skor dari kelompok dua (10, 11, 12, dan 13). Misalnya kita tentukan urutannya menjadi 18 – 15 – 10 – … – 11 – 14 – 19 – 16 – 12 – … – 13 – 17 – 20. Demikian seterusnya pengaturan untuk tulisan-tulisan lainnya dari kelompok skor tiga dan empat.

Hasil akhir pengurutan selanjutnya menjadi tulisan yang memiliki skor 18 – 15 – 10 – 9 – 5 – 4 – 2 – 8 – 11 – 14 – 19 – 16 – 12 – 7 – 3 – 1 – 6 – 13 – 17 – 20. Setelah urutan diperoleh, tugas selanjutnya mengeksekusi/mengurutkan naskah sesuai urutan skor yang telah dibuat. Perhatikan gambar berikut sebagai panduan.

Grafik Urutan Naskah Berdasarkan Skor Tulisan

  • T1 = Tulisan kesatu, artinya tulisan yang urutannya paling depan, yaitu tulisan yang memiliki skor 18;
  • T2 = Tulisan kedua, artinya tulisan yang urutannya nomor dua dari depan, yaitu tulisan yang memiliki skor 15;
  • Demikian seterusnya sampai T20 adalah tulisan kedua puluh yang merupakan tulisan terakhir yang dianggap paling bagus karena memiliki skor tertinggi, dalam contoh ini adalah 20.

Kurva Urutan Tulisan Secara Umum

  • Titik A, C, dan E merupakan tulisan yang skornya termasuk 3 tertinggi (kategori sangat bagus);
  • Titik B dan D merupakan tulisan yang skornya termasuk 2 terendah (kategori kurang bagus);
  • Tulisan yang memiliki skor di antara 2 terendah dan 3 tertinggi masuk ke kategori bagus. Tulisan-tulisan ini dimasukkan ke urutan yang terletak pada garis kurva turun atau naik sesuai skor yang diperoleh.

Mudah, bukan!

Selamat mencoba! Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published.