Untuk Apa?

Tanya muncul sebab keingintahuan, sementara jawaban kadang bukanlah yang diinginkan. Pun hati. Ada kalanya isi sebenarnya bukanlah hal yang ingin kita ketahui.

Pernahkah kuceritakan padamu tentang kisah pohon randu? Mendekatlah! Bisikanku akan menceritakannya padamu.

Kau tahu bagaimana rupa pohon randu? Kuat tampaknya, tapi rapuh sebenarnya. Sangat jauh dengan pohon nyiur bukan? Seperti itulah hatiku.

Aku hanya tak ingin kau menjadi penopang rapuhnya hatiku. Pun aku belum siap jika pada akhirnya harus kau yang terlalu lelah menjaga.

Tapi, tenang saja. Rapuhnya pohon randu masih saja kuat menahan hembusan bayu. Seperti itu hatiku. Dalam ketenangan, kau akan hadir memberikan kekuatan. Seperti itu harapku. Itu juga kalau kau mau.

Untuk apa? Bukan untuk apa-apa. Hanya agar kau yakin, rapuh bukanlah satu-satunya alasanku butuh.

Sebab rasa akan utuh saat dua doa bersatu dalam bentangan jarak.

~ mo ~

Balasan dari puisi @WangiMS di sini.

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.